Beirut, LiputanIslam.com –  Gerakan Hizbullah Lebanon menegaskan pihaknya akan tetap bersama Iran meskipun semakin bermasalah dengan Amerika Serikat (AS).

“AS suka atau tidak, kami tetap setia bersama kubu Republik Islam Iran melawan bahaya takfiri dan Zionis. Dalam kelanjutan konflik Arab-Israel dan di tengah hegemoni AS, Republik Islam Iran sekarang merupakan benteng yang tangguh dalam perlawanan terhadap bahaya Israel, takfiri dan AS, ’ tegas Syeikh Nabil Qaouk, anggota Dewan Pusat Hizbullah dalam acara peringatan hari kelahiran Sayyidah Zainab bin Ali bin Abi Thalib ra, Senin (6/2/2017).

Dia menjelaskan bahwa ketika Lebanon terlibat perang melawan Israel dan mendapat serangan dari kaum takfiri, Iran menjadi negara paling gigih menyokong Hizbullah, dan selama 38 tahun sejak kemenangan revolusi Islam  di Iran, negara ini tak pernah menghentikan bantuannya kepada resistensi di Lebanon, Palestina, Suriah dan Irak.

“Iran sekarang merupakan pendukung yang strategis dan tangguh bagi semua negara ini dalam menghadapi bahaya takfiri dan Israel. Karena itu kamipun tetap berada di satu kubu dengan Iran, baik AS suka ataupun tidak suka. Tak bisa kami tak loyal kepada Iran,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan bahwa sebesar apapun tekanan dan sanksi regional dan internasional terhadap Hizbullah agar mengubah sikap dan keluar dari Suriah, gerakan ini tetap tak akan berhenti berlaga melawan para ekstrimis takfiri. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL