Doha, LiputanIslam.com –   Lembaga Persatuan Ulama Muslim Internasional mengecam tindakan otoritas Arab Saudi menangkap sejumlah ulama di negara ini, termasuk Syeikh Salman al-Ouda.  Sekjen lembaga ini, Ali Mohiuddin Al-Quradaghi, dalam statemennya yang dirilis Senin (11/9/2017) mendesak otoritas Saudi agar membebaskan mereka “secepatnya”.

Dia menyebutkan bahwa Syeikh Al-Ouda yang merupakan anggota Dewan Pengawas Persatuan Ulama Muslim Internasional  “tidak melakukan apapun di tengah krisis antarnegara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) kecuali mendoakan persatuan negara-negara ini, namun doa ini mengenai krisis hubungan Qatar dengan negara-negara GCC lainnya ini ternyata membangkitkan kemarahan di Kerajaan (Saudi).”

Al-Ouda dalam cuitan terbarunya di Twitter menuliskan, “Ya Tuhan kami, segala puji bagiMu, kami tak akan mampu untuk mengungkapkan pujian kepadaMu selayak pujianMu kepada DzatMu sendiri. Ya Allah, damaikan hati mereka untuk apa yang padanya terdapat kebaikan bagi  rakyat mereka.”

Cuitan ini diposting oleh al-Ouda setelah pada Sabtu lalu (9/9/2017) terjalin kontak telefon Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman al-Saud.

Persatuan Ulama Muslim Internasional mengimbau “Khadim al-Haramain al-Syarifaian (Raja Salman Bin Abdul Aziz) segera membebaskan para ulama dan da’i yang telah ditangkap, dan tidak mengusik kebebasan mereka.”

Organisasi ini juga meminta Saudi “mengutamakan kebijaksanaan dalam menyikapi krisis Teluk dan memperlakukan para ulama itu, dan tidak memenjarakan mereka berkenaan dengan persoalan perselisihan politik.”

Belakangan ini kabar penangkapan tiga da’i ternama Saudi, yaitu Syeikh Salman al-Ouda, Syeikh Awad al-Qarni, dan Syeikh Ali al-Amri, telah menjadi berita yang viral di media sosial Arab.  Bahkan beredar pula bahwa masih ada nama 20 tokoh lain yang tercantum dalam daftar penangkapan namun belum dipublikasi.

Khalid bin Fahd al-Ouda melalui akun Twitter-nya Minggu lalu (10/9/2017) menyebutkan bahwa saudaranya, Syeikh Salman al-Ouda, telah diciduk oleh otoritas Saudi, namun sampai sekarang belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Saudi tentang ini.  Khalid membuat hashtag  berbahasa Arab yang artinya “penangkapan Syeikh Salman al-Ouda”, tapi tidak menyebutkan kapan saudaranya ini ditangkap, mengapa, dan dibawa kemana.

Seakan menanggapi kasus-kasus penangkapan ini, Menteri Luar Negeri Qatar Mohammad bin Abdurrahman al-Thani dalam rapat pembukaan Dewan HAM di Jenewa, Swiss, Senin (11/9/2017), menyebut kubu Saudi telah melakukan “teror pemikiran” karena telah menghukum warga negara yang justru bersimpati kepada Qatar.

“Orang yang menuding lawan-lawan politiknya di dalam dan luar negeri sebagai teroris hanya lantaran mereka tidak sependapat dengannya tidaklah serius dalam memerangi teroris,” ungkapnya. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL