قائد الحرس الثوري: على "اسرائيل" انتظار عاصفة مدمرةTeheran, LiputanIslam.com – Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Mohammad Ali Jafari menegaskan bahwa pasukan elit Iran tidak akan berhenti mengupayakan pembasmian “penyakit yang bernama Israel” dan karena itu, menurutnya, Israel harus menunggu badai kehancuran pasca serangannya terhadap pasukan Hizbullah di Quneitra, Suriah.

“Korps Garda Revolusi Islam Iran, sebagaimana terlihat dalam perang sebelumnya, telah membuktikan dan akan terus menyokong para mujahidin dan pertempur Muslim di kawasan sampai penyakit penyebab kerusakan itu musnah dari geografi politik kawasan,” tegasnya dalam sebuah statemen yang dirilis Selasa (20/1/2015) berkenaan dengan terbunuhnya satu jenderal IRGC, Mohammad Ali Allahdadi, dalam peristiwa serangan Israel, sebagaimana dilaporkan lembaga pemberitaan Iran, Fars.

Dia menambahkan, “Gugurnya putera-putera Islam dalam peristiwa serangan di Quneitra merupakan pertanda baru dekatnya rezim Zionis zalim dan teroris dengan masa kehancurannya.”

Jafari menegaskan bahwa gugurnya para syuhada di Quneitra telah andil dalam percepatan proses terpenuhinya janji pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini untuk pembebasan Baitul Maqdis (Jerussalem) dari cengkraman Zionis.

Serangan helikopter Israel terhadap sekelompok pasukan Hizbullah yang sedang menjalankan misinya di kawasan Quneitra, Suriah, Minggu (18/1/2015) selain menggugurkan enam pejuang Hizbullah juga menggugurkan satu jenderal IRGC Mohammad Ali Allahdadi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*