turkey_egyptKairo, LiputanIslam.com – Hubungan antara Mesir dan Turki kian memanas menyusul berlanjutnya perang mulut antara kedua pihak yang dipicu oleh pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidato dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pidato pada Kamis lalu (25/9)itu Erdogan secara terang-terangan mempertanyakan legitimasi Abdel Fattah al-Sisi dalam menjabat sebagai presiden Mesir,.

Senin kemarin (29/9) Departemen Luar Negeri (Deplu) Mesir merilis statemen mengecam pernyataan Erdogan. Sehari sebelumnya, Erdogan dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Istanbul, Turki, kembali menyindir presiden Mesir dengan tanpa menyebutkan nama Abdel Fattah al-Sisi.

“Mengapa PBB mengizinkan seorang pelaku kudeta berpidato di podium PBB? Apakah PBB merupakan tempat yang layak bagi pidato seorang pelaku kudeta?” kata Erdogan.

Menanggapi pertanyaan ini, sebagai dilansir Daily News Egypt, Deplu Mesir menyatakan, “Erdogan tidak dalam posisi yang patut mengajarkan demokrasi kepada Mesir.”

Deplu Mesir menyebut pernyataan Erdogan di Forum Ekonomi Dunia itu sebagai lanjutan dari kebohongan dan kebencian Turki terhadap Mesir.

“Situasi dalam negeri Turki selama 12 tahun terakhir jika dievaluasi maka hasilnya akan menunjukkan kebohongan klaim-klaim dukungan Erdogan kepada demokrasi dan kebangkitan rakyat. Semua kebijakan politiknya dalam beberapa tahun terakhir jauh dari demokrasi,” lanjut Deplu Mesir.

Pernyataan Erdogan dalam sidang Majelis Umum PBB Kamis lalu menedapat kecaman dan dinilai Uni Emirat Arab dan Sekretaris Jenderal Liga Arab sebagai campurtangan Turki terhadap urusan internal Mesir.

Mesir dan Turki menurunkan taraf hubungan diplomatik November lalu dengan aksi saling usir duta besar dengan label “persona non-grata”. Hal ini terjadi juga akibat ledakan-ledakan kritikan Erdogan terhadap pemerintah Mesir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL