isis jalur gazaGazaCity, LiputanIslam.com – Sebuah pernyataan atas nama kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membuat gempar warga Palestina di Jalur Gaza. Masyarakat mengecam pernyataan itu dan meminta supaya pembuatnya dihukum. Demikian diberitakan situs al-Mayadeen, Rabu (3/12)

Dalam pernyataan yan disebar luaskan melalui beberapa media sosial itu ditegaskan bahwa ISIS Wilayah Gaza memberi waktu tiga hari kepada sejumlah penyair dan penulis Palestina untuk “masuk Islam lagi dan berhenti mempermainkan akidah umat Islam”.

Selain itu, pernyataan tersebut juga menyerukan kepada kaum perempuan Palestina paling lambat satu minggu supaya mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Jika tidak dipenuhi maka mereka akan dikenai hukuman sesuai cara ISIS.

enulis Palestina Dunia al-Amal Ismail mengaku akan menghadap ke Jaksa Agung untuk mengadukan kasus ini.

“Saya kira pemerintah bertanggungjawab besar dalam masalah ini. Jangan benamkan kaum perempuan dalam agenda ISIS,” katanya.
Analis politik Akram Ataullah menyangsikan keberadaan ISIS di Jalur Gaza.

“Ada orang-orang tertentu yang menggunakan nama ISIS untuk melicinkan pandangan-pandangan pribadinya untuk membatasi kebebasan masyarakat. Saya kira hal ini tidak boleh, apalagi sudah ada aparat keamanan yang telah membuktikan kemampuannya memantau segala sesuai di Gaza,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa Hamas memantau gerakan-gerakan ekstrimis, dan ini terbukti antara lain dari hukuman yang dijatuhkan Hamas terhadap Abdul Latif Mousa lima tahun silam ketika dia mendeklarasikan Imarah Islamiah (pemerintahan Islam).

Sementara itu, juru bicara kementerian dalam negeri Palestina di Gaza, Iyad al-Bazam, memastikan di Gaza tidak ada kelompok bernama “Daish” (ISIS).

“Pernyataan (atas nama ISIS) itu hanya pernyataan pribadi. Pada gilirannya kami pastika kepada semua orang bahwa di Gaza tidak ada Daish, dan aparat keamanan mengendalikan sepenuhnya semua urusan,” katanya.

Sementara itu, pemerintahan rekonsiliasi Palestina memandang pertanyaan itu sebagai tindakan berbahaya dan meminta pihak-pihak yang berwenang supaya menindak tegas orang yang menyebar luaskan pernyataan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL