bendera suriah di utara aleppoMoskow, LiputanIslam.com – Sebanyak 60 kawasan yang terdiri atas beberapa kota dan daerah di Suriah dilaporkan telah bergabung dengan perjanjian gencatan senjata di negara ini. Bersamaan dengan ini, Pusat Koordinasi Gencatan Senjata Rusia di Suriah, sebagaimana dilaporkan Rossiyskaya Gazeta (RG) dan dikutip IRNA, Senin (11/4) menyebutkan bahwa para pemimpin dari sekitar 200 kawasan lainnya juga menyatakan siap meneken perjanjian tersebut.

Perjanjian itu akan diteken dengan mediasi tentara Rusia di pangkalan udara Hmeimim, Suriah, yang ditempati oleh pasukan Rusia.

Menurut RG, ratusan kawasan itu sebagian besar berada di kawasan barat Suriah dan beberapa provinsi negara ini, yaitu Latakia, Tartus, Hama, Homs dan Damaskus. Di banyak kawasan itu pasukan pemerintah Suriah yang didukung pasukan udara Rusia berhasil mengalahkan kelompok-kelompok teroris, termasuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Jabhah al-Nusra.

Disebutkan bahwa kawasan yang baru saja bergabung dengan perjanjian gencatan senjata adalah distrik Nasuriyah yang dihuni oleh 10,000 penduduk di 100 km timur laut. Kawasan yang dipimpin oleh Mohammad Hadra itu ikut meneken perjanjian itu pada Minggu (11/4).

Pasukan pemerintah Rusia berhasil membebaskan banyak wilayah dari cengkraman teroris, termasuk kota purbakala Palmyra (Tadmur) dari pendudukan kawanan teroris. Namun demikian, jalan masih panjang bagi mereka untuk mencapai kemenangan final.

Penduduk di berbagai kawasan berharap pihak oposisi supaya bergabung dengan perjanjian gencatan senjata, tapi kawanan teroris tidak menghendakinya sehingga hanya kemenangan pasukan Suriahlah yang dapat menciptakan perubahan di sana.

Menteri Rekonsiliasi Nasional Suriah Ali Haidar mengatakan bahwa pemerintah Damaskus harus dapat membedakan kawanan teroris dengan militan non-teroris agar dapat menjalin perjanjian gencatan senjata dengan pihak yang non-teroris.

“Pemerintah Suriah dan Rusia sama-sama mengharapkan penerapan gencatan senjata secara permanen, dan mereka sekarang sedang berusaha untuk ini,” ungkapnya.

Gencatan senjata di Suriah diterapkan sejak 27 Februari lalu dan secara umum dipatuhi oleh tentara Suriah dan kelompok-kelompok oposisi. Perjanjian ini tidak meliputi kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS, Jabhah al-Nusra dan Ahrar Shams sehingga mereka terus diperangi oleh pasukan Suriah dan Rusia.

Hakim Senior ISIS Tewas

Portal Berita Arabi21 Senin (11/4) memberitakan bahwa seorang hakim senior pertama ISIS bernama Fawaz al-Hasan alias Abu Ali al-Syar’i tewas di kota Raqqah yang menjadi markas besar ISIS di Suriah.

Hakim senior ISIS itu adalah orang yang menjatuhkan hukuman eksekusi terhadap ratusan orang, termasuk para anggota ISIS yang desersi, di Raqqah pada tahun 2013. Tidak disebutkan sebab tewasnya tokoh teroris tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL