Damaskus, LiputanIslam.com –  Menhan Iran Amir Hatami dalam kunjungannya ke Damaskus, ibu kota Suriah, telah meneken perjanjian kerjasama militer negaranya dengan Suriah untuk pemulihan angkatan bersenjata Suriah.

Dalam kunjungan dua hari ke Suriah sejak Ahad lalu itu Hatami telah menemui sejawatnya, Ali Abdullah Ayyoub, dan Presiden Bashar aAssad.

Lembaga pemberitaan Tasnim milik Iran, Senin (27/8/2018), mengutip pernyataan Hatami bahwa kesepatan itu bertujuan “menguatkan infrastruktur pertahanan di Suriah yang merupakan jaminan mendasar bagi kelanjutan dan pelestarian perdamaian” serta memperkenankan kelanjutan “keberadaan dan partisipasi” Iran di Suriah.

Hatami menilai Suriah “telah melewati masa krisis dan memasuki fase penting berupa fase rekonstruksi.”

Kantor berita Suriah, SANA, Ahad malam lalu tanpa memberikan keterangan lebih lanjut melaporkan bahwa Hatami dan Ayyoub telah menandatangani “kesepakatan kerjasama militer kedua negara”.

Dalam wawancara dengan saluran TV al-Mayadeen yang disiarkan pada Senin malam Hatami menjelaskan, “Pasal terpenting dalam perjanjian ini ialah pemulihan angkatan bersenjata dan industri pertahanan militer Suriah agar dapat memulihkan kekuatannya secara penuh. Dengan perjanjian ini kami telah menyiapkan jalan untuk memulai pemulihan industri militer Suriah.”

Ditanya apakah perjanjian ini mencakup semua item militer, termasuk rudal, dia mengatakan, “Mencakup segala sesuatu yang dinyatakan perlu oleh pemerintah Suriah untuk menjaga keamanannya dan Iran dapat memberikannya.”

Iran merupakan sekutu utama Suriah dan telah memberikan dukungan politik, ekonomi, dan militer kepada Damaskus selama Suriah dilanda krisis pemberontakan dan terorisme yang berlangsung sejak 2011.

Hatami menilai situasi di Suriah sekarang “jauh lebih lebih”, namun perang “belum selesai, dan harus berlanjut sampai semua wilayah Suriah bersih (dari teroris).”

“Kami yakin kita tidak jauh dari hari (bersih) itu,” harapnya.

Kunjungan Hatami ke Suriah dilakukan menyusul kemenangan demi kemenangan tentara Suriah dalam penumpasan berbagai kelompok pemberontak dan teroris, dan kini telah menguasai sekira dua pertiga wilayah Suriah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*