suriah homsHoms, LiputanIslam.com – Perjanjian antara pasukan pemerintah Suriah (SAA) dan berbagai kelompok militan di kota lama Homs dilaporkan juga telah mensyaratkan kepergian sejumlah perwira militer asal Saudi, Qatar dan Turki.

Bebeberapa sumber di lapangan yang dikutip FNA Sabtu (17/5) menyebutkan hal tersebut sambil menyatakan bahwa jumlah militan yang dikeluarkan dari kota itu melalui beberapa gelombang mencapai 2200 orang yang sebagian di antaranya adalah warga beberapa perwira militer dan anggota intelijen asing yang memegang peranan kunci di tengah kelompok-kelompok bersenjata anti pemerintah Suriah.

“Karena itu,” ungkap sumber-sumber tersebut, “sebagian negara regional ikut terlibat dalam penandatangan perjanjian tersebut dan turut mempercepat pelaksanaannya demi melindungi dan mengeluarkan para perwira mereka sebelum Homs jatuh dan para perwira itu tertawan oleh SAA.”

Sumber-sumber itu menyatakan, para perwira militer aitu dalah enam orang asal Arab Saudi, empat orang asal Qatar dan beberapa orang asal Turki. Sebagian di antara mereka bahkan merupakan perwira tinggi.

Disebutkan pula bahwa dalam operasi militer SAA sebelumnya di kota lama Homs juga terdapat korban tewas yang beberapa di antaranya adalah anggota personil keamanan Qatar dan Saudi yang bekerja di bawah dinas intelijen kedua negara sehingga Doha dan Riyadh meminta kepada Damaskus supaya jenazah mereka diserahkan kepada Qatar dan Saudi.

Sumber-sumber itu juga membocorkan berita bahwa militan bersenjata yang terpaksa angkat kaki dari kota lama Homs ternyata juga pergi membawa banyak harta benda, termasuk emas, hasil jarahan mereka terhadap rumah-rumah, bank-bak dan pusat-pusat perdagangan di kawasan tersebut. Celakanya lagi, mereka juga memboyong sebagian barang antik yang memiliki nilai historis di kota Homs. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL