yaman mobil hancurSanaa, LiputanIslam.com –   Seorang diplomat internasional mengatakan dalam waktu dekat akan terjalin  perjanjian gencatan senjata antara kelompok-kelompok Yaman di satu pihak dan Arab Saudi di pihak lain.

Sebagaimana dilansir Yaman Press Selasa (7/7), pejabat yang disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa perjanjian itu akan berlaku selama lima hari, namun dapat diperpanjang hingga Idul Fitri dan seterusnya.

“Perundingan masih berlanjut. Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmad dapat meyakinkan pihak-pihak Yaman, khususnya presiden pengasingan Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi serta para pemimpin Ansarullah (Houthi) dan para pendukung mantan presiden Yaman Abdullah Saleh agar berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata lima hari yang dapat diperpanjang,” ungkapnya.

Dia berharap semua pihak akan konsisten pada perjanjian itu demi meringankan penderitaan rakyat Yaman dan supaya perjanjian dapat diperpanjang hingga sesudah Idul Fitri yang pada gilirannya dapat membuka peluang bagi upaya diplomatik untuk mengatasi krisis Yaman.

Sementara itu, mengenai perkembangan situasi perang Yaman, sumber lokal provinsi Shabwah menyatakan pasukan perlawanan rakyat Yaman Selasa pagi memasuki Ataq, ibu kota provinsi ini, dan menguasai pintu perbatasan al-Wadi’ah yang merupakan pintu perbatasan terakhir antara Arab dan kawasan al-Abar, Yaman.

“Pasukan perlawanan rakyat menyerang dan menghalau pasukan pro Saudi di Ataq serta merebut banyak senjata, amunisi dan kendaraan militer milik mereka,” ungkap sumber itu, seperti dilansir situs berita Shabwah al-Hadath.

Selain itu, pasukan perlawanan rakyat yang terdiri atas tentara Yaman dan komite-komite rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah juga telah menggempur menara pengawas militer Saudi di pintu perbatasan al-Tiwal dan posisi militer al-Makhrouq milik Saudi mengakibatkan kehancuran pada banyak senjata ringan dan berat tentara Saudi.

Shabwah al-Hadath juga menyebutkan bahwa pasukan perlawanan rakyat Yaman telah melesatkan puluhan roket canggih jenis Grad ke posisi militer dan tank Saudi di utara kota al-Khubah, Saudi.

Tak hanya itu, mereka juga menggempur posisi-posisi baru militer Saudi di kawasan Dahran, al-Hajlah, al-Qahham, al-Ma’zab, Khuza’ah dan al-Ma’tan hingga mengakibatkan beberapa tentara Saudi tewas atau luka.

Saudi dan beberapa negara sekutunya melancarkan serangan udara secara masif ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan tujuan menumpas milisi Ansarullah, penggerak revolusi rakyat yang menjatuhkan pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan Saudi.

Serangan itu telah menjatuhkan korban tewas sebanyak lebih dari 2800 orang, termasuk ratusan perempuan dan anak kecil. Lebih dari 21 juta orang atau 80% populasi Yaman dilaporkan memerlukan bantuan, dan 13 juta orang mengalami krisis bahan makanan.
Serangan ini juga mengakibatkan kehancuran pada banyak fasilitas negara dan publik Yaman, termasuk rumah sakit, sekolah, dan rumah-rumah penduduk. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL