Teheran, LiputanIslam.com –  Negara Republik Islam Iran kembali menyajikan pemandangan mencengangkan di mana jalanan besar di semua kota dan daerahnya tenggelam pawai akbar pada momen HUT-38 kemenangan revolusi Islam Iran, Jumat (10/2/2017), terlebih ketika negara ini semakin bermasalah dengan Amerika Serikat (AS).

Di ibu kota Iran, Teheran, Presiden Hassan Rouhani dalam pidatonya menegaskan bahwa bangsa negara ini akan membuat AS “menyesal menggunakan bahasa intimidasi” terhadap Iran.

“Berbicara dengan bangsa Iran haruslah disertai rasa hormat. Bangsa Iran akan membuat menyesal siapapun yang menggunakan bahasa intimidasi… Unjuk rasa jutaan rakyat Iran merupakan bukti kuatnya pemerintahan Islam Iran,” tegasnya di depan jutaan orang di bundaran monumen Azadi, Teheran.

Sejak kemenangan revolusi Islam Iran dan peristiwa pendudukan Kedubes AS untun Iran diduduki mahasiswa pada tahun 1979, Iran sampai sekarang tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dengan AS. Hubungan keduanya belakangan ini memanas setelah Donald Trump dilantik menjadi presiden AS karena dia membuat pernyataan-pernyataan pedas dan bernada ancaman terhadap Iran.

Trump mengecam perjanjian nuklir Iran dengan enam negara besar dunia, termasuk AS sendiri. Selain itu dia menyatakan negaranya kembali menerapkan sanksi terhadap Teheran  setelah Iran melakukan ujicoba rudal balistik belum lama ini.

Jumat kemarin bundaran monumen Azadi dan sekitarnya di Teheran tenggelam dalam lautan manusia yang berpawai dan mengalir dari berbagai arah untuk kemudian berkonsentrasi di lokasi tersebut demi mengikuti rapat akbar. Pemandangan serupa juga terjadi di berbagai kota dan daerah Iran lainnya.

Pada momen ini jutaan rakyat Iran meneriakkan yel-yel “mampus Amerika!”. Sebagian orang bahkan tak segan-segan menginjak-injak bendera AS serta membawa poster-poster cacian bergambar Trump serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Di tengah massa juga terlihat poster-poster besar Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang  Selasa lalu menyerukan kepada seluruh rakyat Iran agar bereaksi keras terhadap ancaman Trump dengan ikut serta dalam pawai akbar HUT kemenangan revolusi Islam Iran.

Para tokoh kubu reformis Iran juga memberikan pernyataan pada momen ini dengan menegaskan bahwa rakyat Iran sejak dulu tak pernah gentar mendapat ancaman dari AS.

Rapat akbar ini kemudian merilis deklrasi yang menegaskan bahwa AS masih menjadi musuh nomor wahid bagi bangsa Iran yang selalu siap menghadapi segala kemungkinan terkait ancaman AS. (mm/raialyoum/irna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL