AlQuds, LiputanIslam.com – Puluhan ribu warga Zionis Israel menggelar aksi pawai di kota Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem), Ahad (13/5/2018), untuk menandai peringatan 51 tahun pendudukan Rezim Zionis atas bagian timur kota al-Quds pada Juni 1967. Demikian dilaporkan koran Israel Haaretz.

Khalayak internasional tidak mengakui pendudukan tersebut, mengecam penggabungan al-Quds Timur dengan Al-Quds Barat, dan menolak deklarasi Israel atas al-Quds pada tahun 1967 sebagai “ibu kota yang satu untuk selamanya” bagi Israel.

Para saksi mata mengatakan kepada kantor berita Turki, Anadolu, bahwa berbagai kelompok imigran Zionis pada Ahad sore mulai berkonsentrasi di berbagai kawasan kota lama di pusat kota Al-Quds dan sekitarnya serta bergerak ke Gerbang al-Amud, salah satu gerbang komplek Masjid Al-Aqsa, sembari mengibarkan bendera Israel.

Dilaporkan bahwa ratusan warga Zionis dalam aksi itu juga telah menduduki komplek Masjid Al-Aqsa.

Para saksi juga mengatakan bahwa bersamaan dengan aksi itu pasukan Zionis menganiaya sejumlah warga Palestina Palestina yang berada di lokasi pawai hingga sebagian di antaranya menderita luka ringan.

Lembaga Palang Merah Palestina menyatakan bahwa satu wartawan Palestina terluka di kawasan Al-Katif hingga dilarikan ke rumah sakit akibat dianiaya dan dipaksa menyingkir oleh polisi Israel.

Sejak Ahad siang polisi Israel menerapkan sistem keamanan ekstra ketat untuk mengawal pawai warga Zionis di sekitar kota lama Al-Quds. Sehari sebelumnya, polisi Israel telah menutup jalan-jalan protokol Al-Quds demi kelancaran aksi pawai.

Pada Ahad sore juga telah berlangsung pula sebuah acara di kantor Kemlu Israel di al-Quds berkenaan dengan pemindahan Kedubes Amerika Serikat (AS) untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds yang akan dilakukan pada hari ini, Senin (14/5/2018).

Rezim Zionis Israel memuji pemindahan yang dilakukan atas instruksi Presiden AS Donald Trump itu sebagai “pengakuan atas sejarah Yahudi dan keterkaitannya dengan kota suci.”

“Sejak 3000 tahun silam ia (Al-Quds) adalah ibu kota bagi kami, hanya bagi kami,” ungkap dewan kabinet Israel pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Ahad.

Menurut data Israel, warga Palestina yang berjumlah 870,000 jiwa menempati 37% total jumlah penduduk al-Quds, dan sebagian besarnya berada di al-Quds timur.

Bangsa Palestina bersikukuh bahwa Al-Quds Timur adalah ibu kota Palestina sesuai berbagai ketetapan internasional yang menolak segala dampak pendudukan Zionis atas kota ini.

Berbagai wilayah pendudukan Palestina belakangan ini dilanda aksi protes dan konsentrasi massa untuk memrotes pemindahan Kedubes AS  dan menandai peringatan ke-70 tahun Hari Nakba, yaitu hari berdirinya negara Israel. Peringatan ini akan menemukan puncaknya pada hari ini dan besok. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*