unjuk rasa di mesirKairo, LiputanIslam.com – 14 orang tewas dan 38 lainnya menderita luka-luka akibat insiden kekerasan yang terjadi Minggu kemarin (25/1/2015) pada peringatan tahun ke-5 revolusi 25 Januari.

Sebagaimana dilaporkan Alalam,13 korban tewas jatuh di Kairo, sedangkan 1 lainnya di Alexandria.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mesir menyatakan menyebutkan bahwa 13 korban tewas jatuh di Kairo.

Kepala Dinas Pusat Kesehatan Mesir Khaled al-Khatib menyebutkan bahwa sebagian besar korban tewas, yaitu sembilan orang, jatuh akibat bentrokan massa dengan aparat di kawasan al-Matariya di bagian utara Kairo. Dia juga mengatakan bahwa korban luka mencapai 38 orang, 17 di antaranya di kawasan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Mesir dalam pernyataannya yang dilansir di media sosial Facebook menyatakan satu polisi tewas di al-Matariya dan tiga lainnya luka-luka akiba tembakan di berbagai lokasi.

Menurut pihak kepolisian, dua orang juga tewas ketika sedangkan memasang bom di bawah sebuah menara listik di provinsi Bekheira.

Juru bicara resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mesir Hani Abdel Latif mengatakan bahwa aparat keamanan dari kementerian ini berhasil menerapkan strategi keamanan untuk pengendalian unjuk rasa simpatisan Ikhwanul Muslimin. Petugas antara lain berhasil mengungkap dan menjinakkan sekitar 10 bom yang dipasang di berbagai kawasan negara ini, namun sebanyak lima petugas cidera akibat bentrokan dengan massa Ikhwanul Muslimin.

Sebuah sumber koalisi simpatisan presiden Mesir terguling Mohamed Morsi mengatakan kepada kantor berita Anatolia bahwa dua orang tewas akibat bentrokan yang terjadi setelah aparat berusaha membubarkan unjuk rasa anti pemerintah di provinsi Beheira.

“Polisi menyerang massa pengunjuk rasa di kawasan Hush Isa, Provinsi Beheira, mengakibatkan dua orang, Umar Zaghlul Shaalan, 28 tahun, dan Raed Saad, 25 tahun,” katanya.

Dia juga menyebutkan apa yang dinyatakan Kemendagri bahwa dua orang terbunuh dalam unjuk rasa di Alexandria.

Massa pengunjuk rasa Minggu kemarin menggelar unjuk rasa di berbagai kota dan daerah Mesir sebagai respon atas seruan kelompok simpatisan Morsi yang menamakan dirinya Koalisi Nasional Pendukung Konstitusi dan Anti Kudeta dalam rangka memperingati peristiwa revolusi 25 Januari 2011. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*