Damaskus, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber lokal di Suriah menyatakan bahwa kawanan bersenjata yang menolak rekonsiliasi telah kabur dari provinsi Daraa menuju bagian barat provinsi Quneitra untuk bergabung dengan organisasi-organisasi teroris yang bercokol di sana.

Kantor berita Suriah, SANA, Senin (9/7/2018), mengutip keterangan beberapa sumber lokal bahwa peristiwa itu terjadi dalam beberapa hari terakhir ketika Pasukan Arab Suriah (SAA) terus mencetak kemenangan dalam pertempuran di provinsi Daraa hingga banyak daerah bergabung dengan rekonsiliasi.

Sumber-sumber itu menambahkan bahwa kawanan yang kabur itu mendapat dukungan dari Israel dan berkoordinasi dengan para pemimpin kelompok-kelompok teroris.

SANA menyebutkan bahwa kelompok teroris al-Nusra dan kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengannya dalam beberapa pekan terakhir ini mendapat dukungan tambahan dari Israel sehingga terjadi peningkatan serangan mortir dan senapan teroris ke beberapa daerah yang telah diamankan.

Sementara itu, Menhan Israel Avigdor Lieberman mengancam akan memberikan “respon keras” jika SAA masuk ke zona kontak senjata di Dataran Tinggi Golan.

“Kami akan menjaga perjanjian gencatan senjata 1974, dan bersikeras konsistensi pada semua detailnya. Segala pelanggaran terhadapnya akan mendapat reaksi keras dari kami,” tegasnya. (mm/sputnik/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*