Gaza, LiputanIslam.com – Jumlah syuhada Palestina yang diserang pasukan Zionis di kawasan dekat pagar pembatas Gaza-Israel melonjak menjadi hampir 60 orang pada Senin (14/5/2018).

Dubes Palestina untuk PBB Riyad Mansour dalam jumpa pers mengatakan bahwa tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza, Senin, telah menggugurkan “enam anak di bawah usia 16 tahun” di antara”45 warga sipil Palestina” dan sebanyak lebih dari 2000 orang Palestina lainnya terluka.

“Kami mengutuk keras kekejaman pasukan pendudukan Israel yang telah menggunakan senjata api terhadap warga sipil ini. Warga ini berhak melakukan unjuk rasa damai, dan mereka telah melakukannya,” kecam Mansour.

Laporan terbaru dari Departemen Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa jumlah syuhada Palestina yang jatuh Senin kemarin mencapai 58 orang, sementara 2400 lainnya terluka.

Dengan demikian, total jumlah syuhada Palestina dalam aksi unjuk rasa di sekitar Jalur Gaza sejak 30 Maret lalu hingga Senin kemarin mencapai lebih dari 100 orang.

Sebelumnya, panitia nasional Palestina yang menyelenggarakan  aksi itu menyerukan kepada rakyat Palestina untuk menggelar konsentrasi akbar di sekitar kawasan pagar pembatas Gaza-Israel pada hari Senin kemarin yang mereka sebut “Hari Penyeberangan.”

Aksi ini digelar untuk menandai peringatan ke-70 tahun Hari Nakba yang terjadi berbarengan dengan peresmian pemindahan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem). Dalam aksi ini warga Palestina meneriakkan hak seluruh pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halaman serta menuntut penghentian blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlangsung 11 tahun.

Pada hari itu pula Israel melancarkan serangan udara ke lima sasaran milik Hamas di Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan Jerussalem Post.

Iran mengecam keras serangan Israel yang menggugurkan 52 orang Palestina tersebut dan memandang hari itu sebagai “hari aib besar” bagi Israel, sementara Juru Bicara Gedung Putih malah menyebut Hamas bertanggungjawab atas tragedi ini.

Mesir juga menyatakan kecamannya terhadap Israel dengan menyatakan bahwa Kairo menolak penggunaan kekerasan terhadap aksi damai warga Palestina di Gaza.

Sedangkan Turki melalui Presiden Recep Tayyip Erdogan mengutuk Israel dengan menyebutnya melakukan aksi “teror” dan “genosida”. Selain itu, Turki juga memanggil dubesnya di Tel Aviv dan Washington.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan hari berkabung atas tragedi ini dan menegaskan kembali  penolakannya terhadap mediasi AS dalam upaya perdamaian Palestina-Israel. (mm/rayalyoum/rt/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*