Sanaa, LiputanIslam.com –   Arab Saudi telah menarik pasukannya dari front-front terdepan di provinsi Jizan, Najran, dan Asir, dan mengganti mereka dengan pasukan bayaran dari Sudan dan Yaman.

Sumber militer Yaman memastikan kepada al-Alam bahwa Saudi menarik pasukannya setelah tertimpa kerugian besar dan membengkaknya jumlah tentaranya yang tewas dan luka dalam pertempuran dengan pasukan Yaman.

Saudi juga dilaporkan telah menyewa ribuan pasukan bayaran untuk mengamankan perbatasannya di selatan setelah pasukan Yaman dapat menerobos masuk ke wilayah Saudi.

Sumber militer Yaman juga menyebutkan tentara Yaman dan pasukan komite rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) belum lama ini telah melancarkan aksi penyergapan hingga menewaskan lima tentara Saudi di Jizan.

Sementara itu, pemimpin Ansarullah, Sayyid Abdul Malik Badreddin al-Houthi, menegaskan keharusan memetik pelajaran dari sejarah dalam perlawanan terhadap antagonisme Amerika Serikat (AS) dan Israel serta para antek keduanya.

Dia menegaskan bahwa umat Islam berkewajiban melawan kezaliman dan angkara murka yang kini direpresentasikan oleh AS dan Arab Saudi, dan bahwa umat tak dapat mengabaikan kewajiban ini karena dampaknya akan sangat fatal. (mm/alalam/almasirah)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL