yaman - saudiDoha, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) telah menarik  sejumlah besar penasehat militernya yang selama membantu pasukan koalisi pimpinan  Arab Saudi dalam perencanaan serangan udara ke Yaman.

Juru bicara Angkatan Laut AS di Bahrain McConnaughey kepada Reuters, Jumat (19/8/2016), mengatakan jumlah staf itu semula 45 orang, namun kini berkurang menjadi sekitar lima orang.

Mereka ditugaskan penuh waktu untuk layanan AS dalam “Joint Combined Planning Cell (JCBC)” yang dibentuk tahun untuk menangani berbagai keperluan, termasuk pemberikan informasi intelijen secara terbatas  fan pengisian bahan bakar udara ke udara jet-jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Para pejabat AS mengatakan bahwa penarikan para penasehat militer AS itu dilakukan menyusul adanya ketenangan dalam serangan udara ke Yaman.  Tapi menurut Reuters, penarikan dilakukan dilakukan tampaknya untuk mengurangi keterlibatan sehari-hari Washington dalam asistensi serangan udara ke Yaman yang telah menjatuhkan banyak korban sipil.

Juru bicara Pentagon Chris Sherwood mengatakan, “Pergeseran ini tidak mengurangi komitmen AS untuk mendukung operasi militer yang dipimpin Saudi.  Tim JCPC  yang semula berada di Arab Saudi sekarang ada di Bahrain.”

Dia menambahkan bahwa kapal tanker udara AS terus melakukan pengirisian bahan bakar pesawat Saudi .

Para pejabat AS mengatakan pengurangan jumlah staf itu tidak berhubungan dengan keprihatinan internasional atas jatuhnya  korban sipil dalam perang  yang sudah berlangsung 16 bulan dan telah menewaskan lebih dari 6.500 orang yang sekitar separuh di antaranya adalah warga sipil. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL