Komandan operasi “Amarah Furah” SDF, Rojda Felat.

Kobani, LiputanIslam.com –   Operasi militer penumpasan kelompok teroris ISIS oleh Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) di kota Raqqa, Suriah, dilaporkan telah memasuki “minggu terakhir”-nya setelah kawanana ISIS yang terkepung di area kecil menderita banyak korban jiwa dan materi.

Pertempuran di dalam kota ini sudah berkobar selama lebih dari empat bulan, dan hingga kini senjata masih berkecamuk namun sudah terbatas di area kecil tempat ISIS bertahan mati-matian di tengah kota melawan gempuran SDF yang bergerak dari arah utara dan timur untuk memperketat kepungan terhadap kawanan teroris yang tersisa.

Komandan operasi SDF bersandi “Amarah Furat”, Rojda Felat, saat berada di Raqqa barat, Minggu (8/10/2017), mengatakan kepada AFP, “Ketika dua poros ini bertemua maka kami dapat mengatakan bahwa kami telah memasuki pekan terakhir serangan pembebasan Raqqa… Dalam 3-4 hari kami dapat mengambil keputusan untuk memulai serangan final.”

Dia menjelaskan bahwa kontak senjata masih berlangsung di beberapa kawasan di mana SDF terus bergerak maju, dan ISIS masih “bertahan dalam terowongan-terowongan” serta mengandalkan para sniper dan penyerang bunuh diri.

SDF merupakan aliansi Kurdi-Arab yang didukung oleh Amerika Serikat (AS). Sejak 6 Juni lalu mereka memulai serangan terhadap ISIS dengan dukungan pasukan koalisi internasional pimpinan AS, dan kini mereka menguasai sekira 90 persen wilayah kota Raqqa.

Felat mengatakan bahwa operasi penyisiran teroris masih terus dilakukan di banyak distrik kota Raqqa untuk memastikan bahwa para teroris sudah tersapu bersih di sana. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL