pasukan-peshmerga-irakArbil, LiputanIslam.com –  Para petinggi pasukan Kurdi Irak, Peshmerga, menyatakan sekira 1600 anggota pasukan ini terbunuh dalam perang yang dimulai sejak 17 Oktober 2016 untuk pembebasan kota Mosul, Irak utara, yang diduduki kelompok teroris ISIS sejak Juni 2014 sampai sekarang.

Demikian dikatakan jubir Peshmerga Halgurd Hekmat kepada AFP beberapa waktu lalu, tapi di kemudian Peshmerga meralat keterangan itu.

Sekjen Kementerian Peshmerga Jibar Yawar kepada AFP mencoba meluruskan ihwal jumlah itu dengan menyebutkan total korban tewas dan luka pihak Peshmerga selama ISIS bercokol di Mosul sejak dua setengah tahun silam.

“Sejak awal perang melawan ISIS, yakni Juni 2014 hingga 30 Noveber 2016, jumlah syuhada mencapai 1614 orang, dan jumlah korban luka 9515 orang,” katanya, Kamis (1/12/2016).

Sementara itu, utusan PBB untuk Irak di hari yang sama menyatakan sekira 2000 tentara Irak terbunuh dalam pertempuran yang terjadi berbagai wilayah negara ini, terutama selama November 2016 dalam perang pembebasan Mosul.

Menurut data bulanan yang dirilis PBB, sebanyak 1959 pasukan Irak terbunuh dan sekira 450 lainnya luka-luka, namun jumlah ini mencakup tentara, polisi, Peshmerga, pasukan keamanan yang bernaung di bawah Kemendagri, dan relawan.

PBB juga mencatat sebanyak 926 warga sipil terbunuh. Dengan demikian, jumlah total korban tewas mencapai 2885 orang.

“Jumlah korban ini mencengangkan, banyak di antaranya adalah warga sipil,” kata Yan Kubis, utusan Sekjen PBB untuk Irak.

Banyaknya jumlah korban tewas ini terjadi bersamaan dengan operasi militer Irak secara besar-besaran untuk merebut kembali Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, Irak utara yang telah memasuki minggu ke tujuh.

Menurut Kubis, meningkatnya jumlah korban tewas pihak Irak dibanding bulan-bulan sebelumnya adalah karena sengitnya perlawanan teroris ISIS yang pada tahun 2014 telah mendeklarasikan Mosul sebagai ibu kota “kekhalifahan”.

Dia juga menyebutkan cara-cara brutal yang digunakan ISIS dalam perang, termasuk menggunakan rumah-rumah penduduk sebagai tempat menembak, serta menculik warga sipil untuk dijadikan sandera. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL