Beirut, LiputanIslam.com –  Wakil Sekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem, menyatakan bahwa perang gerakan pejuang Islam Lebanon ini melawan para ekstrimis takfiri merupakan bagian dari perang melawan Rezim Zionis Israel yang menduduki Palestina.

Takfiri adalah sebutan untuk kaum radikal dan ekstrimis yang gemar mengafirkan orang lain yang tak sependapat dengan mereka.

“Prioritas kami adalah perang melawan Israel dan membangun kesiapan untuk perang ini, sementara konfrontasi kami melawan para takfiri yang merupakan alat Israel adalah bagian dari perang ini,” tegasnya, Minggu (29/1/2017).

Dia menambahkan, “Pihak manapun, kelompok ataupun negara, yang berusaha berperang dengan kami di lapangan dan memaksakan rencana Israel terhadap kami akan kami hadapi dengan prinsip bahwa ini merupakan bagian yang terpisahkan dari konfrontasi melawan Israel.”

Dia menjelaskan bahwa seandainya para pejuang Hizbullah membiarkan para teroris takfiri itu niscaya Suriah sudah jatuh ke tangan mereka, termasuk semua daerah pedesaan dekat perbatasan Lebanon.

“Para takfiri bermaksud masuk ke daerah-daerah di kawasan Bekaa dan Lebanon utara serta bermaksud mendirikan keemiran-keemiran di berbagai wilayah Lebanon, apakah lantas kami hanya menunggu mereka masuk ke Lebanon?  Kami pergi ke Suriah demi membela Lebanon, muqawamah (perjuangan melawan Israel), dan masa depan anak-anak kami, dan berperang melawan para Zionis yang kali ini mengenakan gaun takfiri,” paparnya.

Dia kemudian mengungkap rasa syukurnya kepada Allah atas berbagai prestasi yang dicapai Hizbullah dalam perang melawan pasukan takfiri.

“Kami tidak takut kepada para takfiri, bom mobil, dan konspirasi penebaran rasa takut. Kami dapat membentuk sebuah front yang tangguh dan solid untuk menghadapi para takfiri, sebab orang yang bersama Allah tidak mungkin takut kepada takfiri. Sebaliknya, dengan pertolongan Allah, orang yang demikian justru dapat membuat takfiri ketakutan,” tegasnya.

Dia memastikan bahwa seandainya Hizbullah tidak terjun ke medan laga di Suriah maka  seluruh wilayah dan semua golongan di Lebanon sekarang sudah diwarnai kekecauan dan menjadi sasaran ledakan-ledakan teror seperti yang terjadi di beberapa negara lain semisal Turki.

“Alhamdulillah, sebagian besar orang yang dulu memrotes keberadaan kami di Suriah sekarang justru mengucapkan selamat kepada kami, sebab mereka sudah merasakan manfaat dan kebaikan eksistensi kami ini,” tuturnya.

Menurutnya, berkat eratnya kerjasama antara pejuang muqawamah, angkatan bersenjata, dan pasukan kepolisian Lebanon dalam melindungi negara ini, para geng tersembunyi yang berafiliasi dengan para teroris takfiri kini tak berdaya untuk berbuat onar di Lebanon, walaupun bahaya takfiri masih tetap ada sehingga harus terus dipantau dan dikendalikan. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL