Izz Ad-Dine Al-Qassam Brigades in Gaza StripGazaCity, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, dilaporkan kantor berita Perancis, AFP, telah menderita banyak kerugian dana dan militer dalam Perang Gaza yang berlangsung sekitar 50 hari, namun di saat yang sama kedudukannya secara politis di kancah internasional terdongkrak.

Menurut laporan reporter AFP dari Gaza, sebagaimana dikutip IRNA Senin (1/9), setelah gencatan senjata antara Israel dan pejuang Palestina di Jalur Gaza diterapkan sejak pekan lalu para pemimpin Hamas kini mengangkat isu pencabutan blokade Jalur Gaza sehingga penduduk kawasan ini bergembira.

Para analis membenarkan bahwa keberhasilan Hamas melawan gempuran Israel telah melejitkan posisi faksi ini dalam isu konflik Palestina-Israel.

“Sejak sekarang tidak ada lagi keputusan politik, nasional ataupun keamanan diambil tanpa melibatkan Hamas,” kata analis politik Palestina Hani Habib.

Senada dengan ini, Direktur Pusat Kajian Timur Tengah di Lembaga Hubungan Internasional dan Strategi, Karim Bitar, mengatakan, “Tidak kalahnya Hamas sendiri sudah merupakan satu kemenangan simbolik, apalagi jika ditinjau dari fakta ketidak seimbangan kekuatan antara kedua pihak.”

Mukhaimer Abu Saada, dosen Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, juga mengaku salut menyaksikan kehebatan Hamas menghujani Israel dengan rudal.

“Dalam perang ini Hamas telah menembakkan 5000 roket ke wilayah pendudukan (Israel), dan ini menunjukkan keperkasaan Hamas,” katanya.

Pakar politik dari Gaza, Walid al-Mudallal, menilai keperkasaan Hamas justru menguatkan solusi diplomatik.

“Resistensi Hamas dan kepantangannya menyerah kepada Tel Aviv telah menunjukkan kepada dunia adanya keyakinan bahwa pendekatan diplomatik merupakan satu-satunya jalan untuk krisis Palestina, sebab Hamas sejatinya telah membuktikan keperkasaannya di depan Israel,” papar al-Mudallal.

Untuk diketahui, posisi dan pamor Hamas sempat menciut setelah faksi pejuang kehilangan salah satu sekutunya di Mesir pasca kudeta militer negara ini terhadap Presiden Mohamed Morsi. Hamas kian terjepit ketika pemerintahan baru Mesir yang dipimpin oleh orang yang berbasis militer menutup terowongan-terowongan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir.

Namun demikian, sejak pecah Perang Gaza, pamor Hamas kembali berkibar, terutama setelah kelompok pejuang yang didukung penuh oleh Iran ini konsisten dan bersikukuh pada aspirasi rakyat Palestina dalam perundingan dengan Israel yang dimediasi oleh pemerintah Mesir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL