aleppo suriahDamaskus,LiputanIslam.com – Komando umum angkatan bersenjata Suriah mengumumkan gencatan senjata yang diterapkan sejak 12 September lalu sesuai kesepakatan Rusia dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss, sudah berakhir Senin kemarin (19/9/2016).

Sebagaimana dilansir kantor berita Suriah, SANA, angkatan bersenjata Suriah dalam statemennya menyatakan bahwa gencatan senjata “seharusnya menjadi kesempatan untuk menghentikan pertumpahan darah, tapi kelompok-kelompok teroris bersenjata telah mencampakkan kesepakatan itu dan tak konsisten kepada satupun pasal di dalamnya.”

Militer Suriah menambahkan pihaknya sudah berusaha bersabar dan menahan diri di depan berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak lawan, tapi pada akhirnya tentara Suriah harus kembali kepada tekadnya “melanjutkan misi nasionalnya memerangi teroris demi mengembalikan keamanan dan stabilitas ke tanah Republik Arab Suriah.”

Sementara itu, sebagaimana dilaporkan Rai al-Youm, sumber-sumber oposisi Suriah menyatakan lebih dari 35 orang tewas dan sekira 70 lainnya luka-luka terkena serangan udara Suriah dan Rusia di Aleppo menyusul pengumuman berakhirnya gencatan senjata tersebut.

AS mengungkapkan kekecewaannya atas perkembangan ini dan meminta pertanggungjawaban Rusia.

“Meskipun kami menyaksikan adanya statemen-statemen yang dikaitkan pada militer Suriah, tapi urusan kami adalah dengan Rusia. Rusialah yang bertanggungjawab atas kepatuhan pemerintahan Suriah. Kami berharap Rusia dapat menjelaskan sikapnya,” ungkap juru bicara Kemlu AS John Kirby di Washington. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL