Beirut, LiputanIslam.com –  Seorang narasumber mengatakan bahwa bendungan Furat tidak beroperasi untuk sementara waktu akibat pecahnya perang di sekitarnya.

“Pemboman mencapai stasiun pengendali listrik hingga menyebabkannya berhenti beroperasi,” ungkap sumber anonim itu kepada al-Mayadeen dan dikutip al-Alalam, Minggu (27/3/2017).

Dia menjelaskan bahwa stasiun pusat pengoperasian bendungan mengalami kesulitan untuk mengembalikan keadaan seperti semula karena tidak adanya tim teknis yang memadai akibat berhentinya keluar masuk personil di bendungan ini sejak lima hari sebelumnya.

Sumber ini menambahkan bahwa kondisi bendungan akan masuk ke tahap bahaya jika kondisi demikian tetap berlangsung.

Menurutnya, tragedi kemanusiaan akan terjadi jika bagian dari bendungan Furat sampai jebol.

“Mobil-mobil hisbah” milik ISIS melalui pengeras suara sempat menyerukan kepada warga agar keluar dari kota Raqqah  karena bendungan terancam jebol, tapi kemudian malah menutup jalan-jalan dan mengumumkan bahwa bahaya itu sudah teratasi. ISIS meminta penduduk tetap bertahan di kota.

Karena itu, Raqqah dilaporkan “disembelih diam-diam” karena bahaya itu masih mengintai.

Obervatorium Suriah untuk HAM sebelumnya melaporkan bahwa bendungan itu terhenti beroperasi akibat terputusnya listrik yang disalurkan kepadanya maupun listrik yang dihasilkannya. Berbagai sumber mengatakan kepada lembaga yang bermakras di Inggris ini bahwa bangunan dan kanal-kanal utama bendungan masih dikuasai ISIS.

Di pihak lain, Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang merupakan aliansi Arab-Kurdi dukungan Amerika Serikat berusaha mencapai bendungan namun menghadapi banyak kesulitan terutama banyaknya ranjau yang mencegat mereka dari arah selatan.

Jarak SDF dilaporkan sudah tinggal beberapa saja dari area waduk, namun masih berjarak sekira 3-4 kilometer dari bangunan dan kanal utama bendungan.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL