Doha, LiputanIslam.com – Utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffith, Ahad (16/12/2018), menyerukan kepada semua kelompok yang bertikai di Yaman agar mematuhi perjanjian gencatan senjata, menyusul pecahnya pertempuran baru di kota Hudaydah antara kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) dan pasukan loyalis mantan presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

“Utusan Khusus mengharapkan kedua pihak menghormati kewajiban mereka di bawah surat dan semangat Perjanjian Stockholm dan untuk terlibat dalam pelaksanaan segera ketentuan perjanjian,” seru Griffith dalam pernyataan singkat melalui akun Twitter-nya.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dengan pemerintah Yaman dan Ansarullah untuk memastikan implementasi yang cepat dan lengkap dari ketentuan perjanjian,” lanjutnya dalam cuitan kedua.

Di Hudaydah, Yaman barat, bentrokan sporadis pecah pada Ahad kemarin setelah menyusul terjadinya konfrontasi di kota dan daerah lain yang berada di dekatnya pada malam sebelumnya. Bentrokan itu tertatat paling sengit sejak kesepakatan gencatan senjata yang disepakati di bawah pengawasan PBB dan berlaku mulai berlaku pada Kamis malam lalu itu. Kedua pihak saling tuding melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Sekjen PBB Antonio Guterres, Ahad, mengingatkan bahwa situasi di Yaman akan “lebih buruk” pada 2019 jika perdamaian tidak tercapai. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*