Tel Aviv, LiputanIslam.com –  Penulis dan analis politik Israel Yossi Melman menilai bahwa meskipun Israel unggul secara militer namun level ketenangan di Jalur Gaza terus menurun sehingga potensi perang Israel untuk keempat kalinya terhadap Jalur Gaza menguat.

Dalam artikelnya di koran Maariv terbitan Israel, Ahad (8/7/2018), Melman menjelaskan bahwa Israel tidak berharap solusi jangka panjang untuk masalanya dengan Jalur Gaza, sementara eskalasi militer dan politik terhadap Israel berpotensi mengobarkan perang keempat terhadap Gaza meskipun serangan Israel sebelumnya dengan sandi “Operasi Perlindungan Tepi”sudah berlalu genap empat tahun.

“Ketenangan yang membayangi kawasan selatan Israel selama empat tahun kini berangsur menipis akibat eskalasi yang berkelanjutan dan bisa jadi levelnya akan meningkat,” tulisnya.

Menurutnya, perang yang ketiga berkobar tanpa dikehendaki oleh kedua pihak, Israel maupun Hamas, dan baru berhenti setelah dimediasi oleh Mesir, sementara sekarang perang berpotensi berkecamuk lagi “setelah Hamas menembakkan mortir serta menerbang balon-balon helium dan bom layang-layang untuk kemudian dihadapi Israel dengan sistem Kubah Besi dan pelatihan pencegatan roket-roket Palestina jika jarak tempuhnya makin jauh.”

Melman kemudian menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berharap musim panas tahun ini berakhir dengan damai tanpa perang dengan Gaza, dan berharap pula warga Israel tidak menggelar aksi protes terhadapnya atas maraknya serangan balon dan layang-layang Gaza. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*