anti isis di irakWashington, LiputanIslam.com – Petinggi militer Amerika Serikat (AS) menyatakan para kombatan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Mosul, Irak utara, “melemah”, dan sebelum dimulainya operasi pembebasan kota ini oleh pasukan Irak sudah terlihat tanda-tanda kekalahan kelompok teroris itu.

“Kami melihat mereka melemah di dalam Mosul… Kami melihat beberapa tanda bahwa mental mereka menyusut,” ujar juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS Kol. Chris Garver, Rabu kemarin (3/8/2016), seperti dilansir AFP dan dikutip Ray al-Youm.

Dia menambahkan bahwa para petinggi ISIS dewasa ini sedang menerapkan hukuman-hukuman eksekusi terhadap para kombatannya sendiri akibat “kekalahan di medan pertempuran”.

Mereka sudah “tak nyaman lagi di tempat mereka di Mosul”, dan mulai memutuskan akses internet karena mencemaskan komunikasi penduduk kota ini dengan pasukan keamanan Irak, sebagaimana juga terjadi sebelumnya di Fallujah dan Ramadi menjelang pembebasan dua kota di Irak barat ini oleh pasukan Irak.

Meski demikian, dia menilai proses pembebasan Mosul tidak berarti akan mudah, dan di sana terdapat sekitar 5000 kombatan ISIS.

Sementara itu, Kementerian Imigrasi Irak kemarin menyatakan sejauh ini sebanyak lebih dari 50,000 keluarga pengungsi Irak sudah kembali ke provinsi Anbar.

“Sejauh ini, sebanyak 50,597 keluarga sudah pulang ke provinsi Anbar,” kata Amir Abbas Zaghir, kepala bagian provinsi-provinsi tengah pada Departemen Imigrasi Irak, sebagaimana dilansir Shafaaq News.

Dia menyebutkan rincian jumlah untuk masing-masing kota dan daerah di provinsi tersebut, dan menambahkan bahwa proses pemulangan pengungsi masih terus berlanjut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL