penjara-bawah-tanah-isisBaghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan keamanan Irak, Selasa (8/11/2016), menemukan penjara terbesar bawah tanah milik kelompok teroris takfiri ISIS di distrik al-Shura, 35 km selatan Mosul, dan membebaskan 1000 orang tak berdosa dari penjara tersebut.

Demikian dikatakan oleh anggota Dewan Provinsi Nineveh, Husamuddin al-Ibar, dalam siaran persnya di Baghdad.

Dia menjelaskan bahwa penjara bawah tanah itu ditemukan ketika pasukan Irak menggelar operasi sterilisasi kawasan itu dari bom dan ranjau. Seribu orang yang tersekap dalam penjara itu lantas dievakuasi ke kamp-kamp pengungsi yang tersedia.

Sejumlah media Irak, termasuk Baratha yang dekat dengan Dewan Tinggi Islam Irak, menyebutkan bahwa pembebasan kawasan al-Shura secara cepat oleh pasukan Irak telah menggagalkan genosida yang direncanakan ISIS di kawasan ini.

Pembebasan itu dinilai sangat cepat karena terjadi justru ketika pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dipandang cenderung berusaha menghambat gerak maju pasukan Irak di sisi selatan Mosul. Karena itu, sampai sekarang kemajuan pasukan Irak di arah selatan, barat laut, dan barat Mosul terjadi tanpa dukungan serangan udara pasukan koalisi.

Al-Shura yang merupakan distrik terbesar di provinsi Nineveh berhasil dibebaskan oleh paskan kepolisian dan pasukan reaksi cepat Irak pada 29 Oktober lalu.

Operasi pembebasan distrik ini menyebabkan 40 teroris ISIS tewas, 12 lainnya tertangkap, 13 bom mobil dan 135 tempat persembunyian ISIS  hancur, dan 170 bom dan ranjau berhasil dijinakkan. (mm/irna)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL