Militan di Suriah

Militan di Suriah

Beirut, LiputanIslam.com – Lembaga Pengawas HAM Suriah Ahad (29/6/2014) mengumumkan bahwa sekitar 7,000 orang tewas akibat pertempuran yang terjadi selama ini antarkelompok militan di Suriah. Demikian dilaporkan Associated Press dari Beirut, sebagaimana dikutip IRNA.

Lembaga yang bermarkas di Inggris itu menyatakan bahwa di antara ribuan orang yang tewas akibat kontak senjata sesama militan itu ada 5,641 militan yang namanya sudah terdata, sedangkan nama sekitar 1,200 orang lainnya hingga kini belum dapat dikonfirmasi.

LSM ini menambahkan bahwa sebanyak 650 warga sipil juga tewas akibat pertempuran militan Front al-Nusra yang berafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaida melawan militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Laporan lain dari Rai al-Youm menyebutkan bahwa lembaga yang sama melaporkan ISIS telah mengeksekusi secara sadis sembilan militan dengan tuduhan terlibat pertempuran kelompok-kelompok lain melawan ISIS.

Melalui surat elektronik lembaga itu menyatakan ISIS telah mengeksekusi dan menyalib delapan orang di distrik Deir Hafir, bagian timur provinsi Aleppo, Suriah utara, pada Sabtu (28/6/2014). Mayat mereka disalib di tempat umum untuk kemudian dibiarkan sampai tiga hari. Selain itu, ISIS juga menyalib satu pria lain di kota al-Bab, provinsi Aleppo. Pria itu disalib dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu. Mayatnya dibiarkan tersalib di sebuah lokasi keramaian hingga delapan jam.

Kelompok militan, terutama Front al-Nusra dan ISIS, terlibat pertempuran satu sama lain sejak Januari lalu sampai sekarang. Menurut Rai al-Youm, kelompok-kelompok oposisi Suriah menganggap ISIS telah berbuat “bejat” berupa penculikan, pembantaian dan eksekusi secara sadis, mau menang sendiri dan menerapkan aturan-aturan ekstrem atas nama syariat.

Dalam perkembangan terbaru, lanjut Lembaga Pengawas HAM Suriah, ISIS Ahad (26/6/2014) terlibat kontak sejata di wilayah timur Ghouta, Rif Damaskus, dengan kelompok Jaish Islam, salah satu komponen Front Islam yang tergolong pemberontak utama di Suriah.

“Ini merupakan kontak senjata pertama kali antara ISIS dan kelompok-kelompok petempur Islamis lainnya di Rif Damaskus sejak terjadi pertempuran kelompok-kelompok oposisi bersenjata melawan ISIS yang selama ini terlokalisir di wilayah utara dan timur Suriah,” kata direktur LMS tersebut, Rami Abdul Rahman, via telefon kepada AFP, sebagaimana dikutip Rai al-Youm. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL