palestina alaa abu amerRamallah, LiputanIslam.com – Kekalahan para ekstrimis dan teroris takfiri secara bertubi-tubi di Suriah membuat Rezim Zionis Israel gelisah dan cemas. Keberhasilan pasukan pemerintah Suriah membebaskan kota purbakala Palmyra (Tadmur) dari pendudukan para teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akan berimbas banyak pada Israel, apalagi musuh bebuyutan Israel pasukan Hizbullah yang menyokong pasukan Suriah berperan besar dalam pembebasan kota ini. Demikian dikatakan oleh pengamat Palestina Alaa Abu Amer dalam wawancara dengan IRNA yang dilansir Kamis (31/3).

“Hizbullah berperan kunci dalam pembebasan kota-kota strategis Tadmur dan Qusair di Suriah, karena itu Rezim Zionis terus fokus dan serius memantau eksistensi Hizbullah di medan pertempuran melawan terorisme. Rezim ini tahu persis proses ini akan menimbulkan dampak-dampak besar, dan kenyataannya memang demikian. Kaum Zionis gelisah karena Hizbullah telah membuktikan dirinya sebagai petempur yang perkasa dan tangguh dalam perang melawan para teroris takfiri di tanah Suriah,” papar Abu Amer.

Dia menambahkan, “Dalam beberapa tahun terakhir ini Hizbullah telah mengasah pengalaman perang sedemikian luas dan hebat serta berkemampuan merancang peta-peta pertempuran secara mengagumkan. Israel meneropong perkembangan ini dari dekat dan total. Karena itu belum lama ini Israel di wilayah perbatasan utaranya dengan Lebanon membangun garis pertahanan yang mirip dengan Garis Bar Lev di perbatasannya dengan Mesir. ”

Abu Amer memastikan bahwa Israel ketar-ketir berhadapan dengan Hizbullah dan tahu persis bahwa Hizbullah sekarang bukanlah Hizbullah satu dekade silam.

“Israel menyadari Hizbullah tahun 2016 bukanlah Hizbullah tahun 2006, padahal pada tahun 2006 itupun Hizbullah sudah memberikan pelajaran yang tak terlupakan bagi kaum Zionis,” tuturnya.hizbullah dan suriah

Menurut Abu Amer, Hizbullah adalah musuh utama Israel, dan sepak terjang Hizbullah di Suriah membuat Tel Aviv tak berhenti memantau wilayah perbatasan Lebanon selatan.

“Hizbullah akan tetap menjadi musuh nomor wahid Israel, dan meskipun berperang bersama para sekutunya di Suriah Hizbullah tidak lantas mengalihkan perhatiannya terhadap wilayah perbatasan selatan Lebanon. Sudah pasti mata Hizbullah menyorot Palestina pendudukan (Israel),” imbuhnya.

Di bagian akhir dia mengingatkan kesolidan dan kejelasan pendirian Hizbullah dalam mendefinisikan Rezim Zionis.

Dia mengatakan, “Hizbullah memiliki pendirian yang matang dalam mendefinisikan Rezim Zionis, dan sebagaimana terlihat dalam semua media dan propagandanya Hizbullah bersikeras bahwa semua wilayah Palestina harus dibebaskan. Padahal, naif sekali, sebagian rezim Arab justru beradaptasi dengan kenyataan yang ada dan memandang Rezim Zionis sebagai sebuah realitas yang abadi dan langgeng.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL