محكمة سعودية تقضي بقتل الشيخ نمر النمر "تعزيرا"Riyadh, LiputanIslam.com – Pengadilan kriminal Riyadh, Arab Saudi, Rabu (15/10) menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap ulama Syiah terkemuka negara ini, Syeikh Nimr Baqir al-Nimr, dengan dakwaan telah melawan pemerintah, terlibat bentrok dengan petugas keamanan, menggerakkan unjuk rasa, mendukung revolusi di Bahrain dan menyerukan pembangunan kembali makam Baqi di Madinah.

“Pengadilan telah menolak ‘hukuman berat’ (hadd al-hirabah), dan memilih menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Syekh al-Nimr,” tulis Mohamamed al-Nimr, saudara Syeikh al-Nimr, dalam pesan Twitternya, sebagaimana dikutip situs Erem News.

Syekh al-Nimr ditangkap pada bulan Juli 2013 dalam sebuah peristiwa pengejaran oleh polisi dan penembakan yang membuatnya menderita luka tembak di bagian paha.

Pihak jaksa penuntut umum meminta pengadilan supaya menjatuhkan “hadd al-hirabah” (hukuman berat non vonis mati), tetapi pengadilan menolaknya dan memilih menjatuhkan vonis hukuman mati.

Pihak keluarga Syekh al-Nimr dalam statemennya menyatakan terkejut atas vonis mati yang diputuskan pada Rabu pagi tersebut serta menganggapnya sebagai keputusan yang berbahaya.

Menurut mereka, vonis itu diputuskan semata-mata dengan motif politik, dan dakwaan yang ada di pengadilan tidak benar, dan seandainya benar dan terbukti maka Syekh al-Nimr tetap tidak layak dikenai hadd al-hirabah sekalipun.

Sementara itu, Erem News juga melaporkan bahwa ratusan warga Syiah di provinsi Qatif dan Ihsa di bagian timur Saudi Rabu malam menggelar unjuk rasa mengecam vonis tersebut. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang mendesak pemerintah Saudi supaya membatalkan vonis itu karena hanya membahayakan situasi negara.

Vonis mati itu juga mendapat kecaman dari Amnesti Internasional. Lembaga peduli hak asasi manusia (HAM) ini meminta Riyadh membatalkan vonis itu dan menghargai HAM.

Pemerintah Iran juga angkat bicara. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir Abdollahian, menyesalkan putusan pengadikan Riyadh tersebut dan menyebutnya sebagai perkembangan yang akan berdampak negatif dalam hubungan Saudi di dunia Islam.

“Iran menentang vonis tersebut karena akan berpengaruh terhadap kawasan, terutama bagi Saudi sendiri,” ungkapnya, sebagaimana dikutip situs pemberitaan Tasnim yang berbasis di Iran.

Aktivis Saudi Fouad Ibrahim menilai penjatuhan vonis hukuman mati terhadap Syekh al-Nimr sebagai pertanda ketegangan yang sedang dialami oleh rezim Saudi sehingga tak segan-segan memutus jalan penyelesaian yang tepat untuk meredakan krisis di negara ini. Dia memastikan bahwa rezim Saudi akan membayar mahal atas penjatuhan vonis tersebut.

“Rezim Saudi sebenarnya tahu persis bahwa situasi rawan yang dialaminya sekarang ini tidak mendukungnya untuk mengeluarkan keputusan bodoh sedemikian rupa. Eksploitasi situasi regional dan lokal akan membuatnya membayar mahal, dan karena itu vonis tersebut akan dibayar mahal oleh rezim Saudi sendiri, bukan oleh pihak lain manapun,” tuturnya, sebagaimana dilansir Al Alam.

Dia menambahkan bahwa pemerintah Riyadh sebenarnya juga tahu persis popularitas Syekh al-Nimr di tengah masyarakat, tapi ternyata malah memperparah kesalahan sebelum memperbaiki kesalahannya melakukan penangkapan terhadap Syekh al-Nimr. Menurutnya, kasus Syekh al-Nimr sekarang sudah bukan lagi persoalan lokal, melainkan sudah menjadi isu internasional.

“Seandainya masih orang yang berakal sehat di tengah rezim ini niscaya mereka akan mencegah pelaksanaan vonis itu. Tapi kami menduga akan terjadi sesuatu yang lebih buruk pada rezim ini, terutama pada saat dan tahap sekarang di mana negara ini, sayang sekali, dikendalikan oleh sekelompok orang bodoh yang berkuasa, dan negara ini seolah merupakan hak istimewa bagi mereka pribadi,” lanjutnya.

Dia memastikan bahwa vonis mati tersebut akan memperburuk situasi lebih dari yang apa yang terduga, karena di negara ini ada orang-orang yang siap melawan rezim Saudi dengan berbagai cara, dan rezimpun telah mendorong mereka untuk melakukan perlawanan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL