mesir mohamed badieKairo, LiputanIslam.com – Pengadilan Mesir menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap pemimpin kelompok Ikhwanul Muslimin (IM), Mohamed Badie, dan 13 anggota senior IM lainnya, termasuk juru bicara IM, Mahmoud Ghozlam, mantan gubernur Kafr-Sheikh, Saad El-Hossainy, dan juru dakwah Salah Sultan, Senin (16/3/2015).

PressTV melaporkan bahwa 14 terpidana itu dinyatakan terbukti merencanakan serangan terhadap negara, dan vonis hukuman hukuman itu diperkirakan akan dilimpahkan kepada Mufti Agung Mesir.

Para pejabat Mesir yang menurut hukum peradilan negara ini keputusannya tidak mengikat dapat merevisi putusan pengadilan tersebut, namun keputusan terakhir tetap akan dirilis oleh pengadilan itu sendiri.

Badie dan para anggota IM didakwa pemerintah Mesir telah menggerakkan para simpatisan IM di berbagai penjuru negara ini untuk mengacaukan keamanan pasca insiden penumpasan militer terhadap demonstran di al-Adawiya Square pada Agustus 2013.

Mereka juga didakwa mengorganisasi serangan terhadap pos-pos polisi, properti pribadi dan gereja-gereja. Kasus kontroversial ini oleh media Mesir dikenal dengan sebutan “ruang kontrol Rabaa”.

Badie sebelumnya juga telah divonis hukuman mati untuk beberapa kasus lain terkait demonstrasi para pendukung IM, namun dia mendapat keringanan berupa hukuman penjara seumur hidup.

Pada November 2013 pemerintah Mesir telah mencatat IM dalam daftar organisasi teroris.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi terlibat dalam operasi penumpasan para pendukung presiden terguling Mohamed Morsi yang berasal dari komunitas IM dan merupakan presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.

Morsi terdepak dari kursi kepresidenan pada Juli 2013 akibat aksi kudeta yang dipimpin oleh el-Sisi saat masih menjabat sebagai komandan angkatan bersenjata Mesir. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*