gantunganKairo, LiputanIslam.com – Pengadilan Tinggi Mesir menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap 529 tokoh dan anggota Ikhwanul Muslimin terkait kerusuhan Minya di selatan Kairo, Mesir. Demikian dilaporkan televisi pemerintah Mesir Senin (24/03/2014) sambil menyebutkan bahwa pengadilan itu juga menjatuhkan vonis bebas terhadap 16 orang.

Dari 526 terpidana mati, hanya 153 yang hadir di pengadilan yang berlangsung tertutup, sedangkan sisanya lari dari pengadilan.  Sebagian besar terpidana mati adalah para pengunjuk rasa yang tertangkap dalam peristiwa bentrokan yang terjadi ketika aparat keamanan membubarkan secara paksa dua titik konsentrasi protes Ikhwanul Muslimin di Kairo pada 14 Agustus 2013.

Mereka diadili sejak Sabtu (23/03/2014) dengan dakwaan telah melakukan serangan terhadap kantor polisi di Minya, menebar provokasi, menembaki dan membunuh petugas keamanan dan warga sipil, menjarah senjata yang ada di kantor polisi serta merusak properti umum dan swasta. Putusan hukum itu dikeluarkan hanya melalui satu sesi pengadilan sehingga tercatat sebagai yang pertama kalinya dalam sejarah pemutusan vonis mati dalam pengadilan secara massal.

Selama pengadilan berlangsung, semua jalan yang mengarah ke komplek pengadilan dijaga ketat oleh pasukan anti huru-hara bersenjata lengkap dan didukung sejumlah unit tank dan kendaraan lapis baja. Pertokoan di sekitar lokasi juga diminta tutup. Selain itu, aparat keamanan dan intel juga berjaga-jaga di stasiun kereta api Minya dan memeriksa identitas penumpang beserta barang-barang mereka.

Pada Desember tahun lalu, otoritas Mesir mengumumkan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris setelah organisasi ini melancarkan serangan terhadap kantor polisi di utara Kairo hingga menyebabkan 15 orang tewas. (mm/alalam/alarabiya)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL