IRAQ-CONFLICTBaghdad, LiputanIslam.com –   Pengadilan Kriminal Irak menjatuhkan vonis mati terhadap 24 orang yang dinyatakan terlibat dalam tragedi pembantaian massal yang dilakukan kawanan teroris ISIS di kamp Spiecher, Tikrit.

Lembaga pemberitaan Irak al-Maalomah Rabu (8/7) melaporkan bahwa 24 orang itu sudah dieksekusi dengan cara digantung.

Juru bicara pengadilan Irak Beir Qadar menjelaskan, “Sidang terhadap 28 terdakwa tragedi pembantaian massal terhadap 1700 pemuda Irak itu digelar pada hari Rabu. Empat terdakwa dibebaskan karena tidak ada cukup bukti yang mendukung dakwaan mereka terlibat dalam kejahatan ini.”

Dalam tragedi yang terjadi tahun lalu itu ISIS menangkap 1700 pemuda Irak yang sedang dalam perjalanan menuju kamp Spiecher di Tikrit, 175 km utara Baghdad. ISIS kemudian membunuh dan mengubur mereka secara massal.

Puluhan terdakwa itu diringkus aparat Irak dalam peristiwa pembebasan kota Tikrit oleh pasukan relawan Irak yang popular dengan nama “al-Hashd al-Shaabi”.

TV pemerintah Irak Selasa lalu (6/7) menayangkan pengakuan dan penjelasan para terdakwa mengenai  proses penangkapan dan pembantaian massal terhadap ribuan pemuda yang semuanya berasal dari provinsi-provinsi di bagian selatan Irak tersebut.

Di bagian lain, media Irak mengabarkan adanya temuan kuburan massal di komplek militer al-Muthanna di utara kota Samarra. Lembaga pemberitaan Ain al-Iraq melaporkan bahwa Kementerian HAM negara ini dalam statemennya menyatakan sebuah tim sudah ditugaskan untuk menyelidiki temuan tersebut.  Selain itu, satu tim lain juga akan dibentuk untuk mengeluarkan dan memeriksa DNA kerangka untuk kemudian dicocokkan dengan DNA keluarga korban.

Dalam kuburan massal itu terpendam sekira 40 – 50 anggota militer Irak. Mereka dibantai ISIS setelah terkepung sekian lama lalu kehabisan amunisi untuk melakukan perlawanan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL