US report raps Israel for using exaggerated force against PalestiniansRamallah, LiputanIslam.com – Benterokan sengit pecah antara pasukan Israel dan warga Palestina pasca penemuan jenazah remaja Palestina korban penculikan di Baitul Maqdis. Rai al-Youm melaporkan bentrokan itu mengakibatkan sejumlah orang Palestina, tiga di antaranya wartawan, cidera.

Bentrokan bermula ketika tentara Israel berusaha membubarkan para pemuda Palestina yang berkerumun menyusul tersiarnya berita penemuan jenazah remaja Palestina pada Rabu pagi (2/7/2014) yang sebelumnya dilaporkan hilang dan menjadi korban penculikan. Tentara Israel menembaki massa Palestina dengan gas air mata dan peluru karet, yang kemudian dilawan oleh massa dengan lemparan batu.

Press TV melaporkan bahwa Juru Bicara Presiden Palestina menyatakan Israel harus bertanggungjawab atas kematian remaja Palestina bernama Yusuf Abu Zagher, 18 tahun, tersebut. “Israel harus mencari pembunuhnya,” ungkap juru bicara Presiden Mahmoud Abbas tersebut.
Sebelum ditemukan meninggal dunia pada Rabu pagi, Yusuf dipaksa masuk ke dalam mobil di dekat sebuah supermarket di wilayah timur Baitul Maqdis. Media Israel melansir pernyataan narasumber yang dekat dengan militer Israel bahwa jenazah Yusuf di temukan beberapa jam kemudian di kawasan Beit Hanina. Dia mengatakan bahwa jenazah remaja Palestina itu adalah korban “serangan balas dendam.”

Insiden ini terjadi sehari setelah pihak Israel mengubur mayat tiga remaja Yahudi yang ditemukan di sebuah lokasi dekat desa Hilhul, utara kota al-Khalil (Hebron), Tepi Barat. Tel Aviv munuduh Hamas menculik dan membunuh tiga remaja Yahudi tersebut, namun Hamas membantah.

Sejak terjadi heboh penculikan tiga remaja Yahudi pada 12 Juni lalu tentara Israel menggalakkan operasi militer yang menyebabkan beberapa warga Palestina gugur dan ratusan lainnya yang kebanyakan anggota Hamas ditangkap. Israel menggelar operasi militer dengan dalih mencari tiga remaja Israel tersebut.

Hamas menyatakan bahwa operasi yang dilancarkan Israel bertujuan menyabotase rekonsiliasi yang sudah tergalang antara dua faksi besar Palestina, Hamas dan Fatah, dan akan disusul dengan pembentukan pemerintahan rekonsiliasi Palestina. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL