Sanaa, LiputanIslam.com –  Jutaan penduduk Yaman berkonsentrasi dan berunjuk rasa dengan tema “Dengan Darah Kami Melindungi Kehormatan Kami” di Sanaa, ibu kota Yaman, Jumat (3/8/2018).

Unjuk rasa akbar ini digelar tak lain untuk mengutuk kejahatan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap Yaman. Massa meneriakkan slogan dan pesan kepada pasukan koalisi bahwa bangsa Yaman tidak akan pernah membiarkan penistaan terhadap martabat dan kehormatan mereka, dan demi ini mereka rela membayarnya dengan darah dan nyawa.

Sehari sebelumnya, seperti pernah diberitakan, sedikitnya 55 orang terbunuh dan lebih dari 130 lainnya luka-luka akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke tempat pelelangan ikan dan Rumah Sakit al-Thaura di kota Hudaydah di bagian barat laut Yaman.

Ketua Dewan Revolusi Tinggi Yaman Mohammad Badreddin al-Houthi dalam orasinya pada unjuk rasa akbar tersebut memastikan bahwa dalam pembalasan pasukan Yaman dapat  menjangkau seluruh sasaran di wilayah Saudi dan sekutu Arabnya, “sekalipun berada di bawah tanah.”

“Saudi dan Emirat silakan masuk ke Dewan Keamanan (PBB) lalu mengaku sebagai negara-negara regional. Jika mereka ingin melanjutkan perang maka anak-anak bangsa kamipun melanjutkan perang. Kami tak akan pernah menerima penistaan terhadap kehormatan kami,” tegasnya.

Dia kemudian berterima kasih kepada Iran dan Hizbullah karena keduanya telah berpihak kepada bangsa Yaman yang teraniaya.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*