anti isis di irakBaghdad, LiputanIslam.com – Sumber lokal pronvisi Nineveh, Irak utara, menyatakan penduduk Mosul di dua kawasan kota ini terlibat kontak senjata dengan kawanan teroris takfiri ISIS.

Lembaga pemberitaan Irak al-Sumaria News, Senin (18/7), menyatakan bahwa menurut sumber itu, penduduk kawasan Bab al-Jadid di pusat kota Mosul yang menjadi markas besar ISIS di Irak dan penduduk kawasan Hamam al-Ail di selatan kota ini telah terlibat baku tembak dengan ISIS, mengakibatkan lima anggota ISIS tewas, dan penduduk bahkan dapat mengibarkan bendera Irak di beberapa bangunan setempat.

Disebutkan bahwa penduduk angkat senjata untuk mengusir ISIS dari kampung halaman mereka, dan telah membakar dua mobil milik ISIS.

Sehari sebelumnya komandan pasukan kontra-terorisme Irak Letjen Abdul Ghani al-Asadi mengatakan tahap awal operasi pembebasan Mosul sudah rampung. Operasi ini mencakup pembebasan kawasan sekitar Mosul dan jalan-jalan raya yang terhubungan dengan kota besar yang diduduki ISIS sejak 2014 ini.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi Sabtu lalu secara resmi mengumumkan keterbebasan pangkalan udara strategis Qayyarah yang berjarak 60 km dari Mosul. Dia juga meminta kesiapan penduduk Mosul untuk pembebasan kota mereka.

Pasukan udara Irak juga sudah berulang kali menabur selebaran dari angkasa berisi imbauan kepada penduduk Mosul agar bersiap-siap menyongsong operasi pembebasan Mosul.

Perdana Menteri Irak memastikan bahwa Mosul akan dapat dibebaskan dari cengkraman ISIS pada tahun ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL