Gaza, LiputanIslam.com – Ribuan massa pendukung Hamas dan faksi-faksi pejuang Palestina lain berunjuk rasa di Gaza setelah tersiar pengumuman gencatan senjata baru antara para pejuang Palestina dan Israel dengan mediasi Mesir, Selasa (13/11/2018).

Gencatan senjata ini menyudahi dua hari eskalasi militer berupa serangan udara Israel dan gempuran rudal pejuang Palestina yang telah menyebabkan 14 orang Palestina gugur syahid dan beberapa tentara Israel tewas dan luka.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan setelah ada imbauan dari masjid-masjid. Mereka meneriakkan yel-yel dukungan kepada “muqawamah” (resistensi) para pejuang Palestina di Gaza terhadap agresi Israel sembari membentangkan bendera Palestina serta bendera Hamas dan faksi-faksi lain.

Pemerintah Gaza mengumumkan dimulainya aktivitas sehari-hari secara normal pada hari ini, Rabu, setelah sempat diumumkan libur.

Kementerian Pekerjaan Umum Dan Permukiman Palestina mengumumkan dimulainya pembersihan puing-puing puluhan bangunan yang hancur digempur Israel dan pembukaan jalur-jalur akses.

Kementerian ini menyebutkan bahwa bangunan yang hancur berjumlah 80 unit, sedangkan bangunan yang rusak berat 50 unit, dan yang rusak ringan 750 unit.

Sebelumnya, Hamas menyatakan siap menjalankan gencatan senjata “jika Israel menghentikan agresinya”.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menegaskan, “Poros Resistensi membela bangsa dan dirinya di depan agresi Israel, dan rakyat Palestina sebagaimana biasa menerima resistensi dengan sabar dan penuh rasa bangga.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*