Washington, LiputanIslam.com –  John Bolton, penasehat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memberikan indikasi adanya perubahan sikap negaranya secara mencolok terhadap Presiden Suriah Bashar Assad.

“Terus terang, kami yakin bahwa yang menjadi problema strategis bukanlah Assad,” ujarnya dalam wawancara dengan saluran CBS yang berbasis di AS, Ahad (1/7/2018), saat menjawab pertanyaan bagaimana jika Assad berhasil mencetak kemenangan dalam “perang saudara” di Suriah.

Dia menambahkan, “Yang menjadi problema strategis adalah Iran. Masalahnya bukan hanya berkenaan dengan program-programnya yang kontinyu untuk mengembangkan senjata nuklir, melainkan juga mengenai dukungannya yang besar dan kontinyu kepada terorisme internasional, demikian pula mengenai keberadaan pasukan regulernya di Timteng.”

Sejak Suriah dilanda krisis pemberontakan dan terorisme, AS mematok harga mati bahwa Assad harus turun dari kursi kepresidenan Suriah. AS menganggap Assad bertanggungjawab atas krisis ini dan menuduhnya telah melakukan kejahatan perang terhadap rakyatnya.

Sejak Donald Trump menjabat sebagai presiden AS, negara adidaya ini bahkan telah melancarkan dua kali serangan terhadap tentara Suriah; pertama pada April 2017, dan kedua pada April 2018, dengan dalih demi menghukum tentara Suriah yang dituduhnya telah menggunakan bom kimia. Trump saat itu bahkan menyebut Assad “binatang”. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*