Ankara, LiputanIslam.com –  Yasin Aktay, penasehat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, membantah narasi otoritas Arab Saudi yang menyebutkan bahwa jurnalis Saudi Jamal Khashoggi terbunuh akibat perkelahian.

Aktay yang juga merupakan sahabat dekat Khashoggi dalam artikelnya yang dimuat surat kabar Turki Yeni Safak, Senin (23/10/2018), mengatakan, “Siapapun akan bertanya-tanya bagaimana mungkin terjadi perkelahian 15 pemuda prajurit dengan Khashoggi seorang diri yang berusia 60 tahun…. Pernyataan mengenai perkelahian terkait dengan keterbunuhan Khashoggi adalah skenario yang dipersiapkan secara tergesa-gesa, karena jelas semua rincian kejadian ini akan terungkap dalam waktu dekat.”

Aktay melanjutkan, “Pertanyaan kedua, mengapa mereka (Saudi) menunggu sekian lama? Kedustan-kedustaan yang ada sampai sekarang tentang Khashoggi bahkan mencapai dimensi yang darinya dapat disusun berkas kejahatan yang detail.”

Pejabat Turki ini mengaku meragukan kejujuran pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman yang menyebutkan bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat Saudi di Istanbul, Turki, empat hari setelah dikabarkan hilang, dan bahwa Saudi tidak memiliki peran apa-apa dalam kasus ini.

“Putra Mahkota Saudi menyampaikan pernyataan demikian, sementara regu yang terdiri atas 15 orang yang ditugaskan membunuh Khashoggi dengan sadis dalam gedung konsulat di Istanbul telah menyelesaikan misinya dan kembali kepada pekerjaannya,” ujar Aktay.

Setelah 18 hari berlalu sejak Khashoggi menghilang, otoritas Saudi Sabtu lalu (20/10/2018) merilis pengakuan bahwa Khashoggi terbunuh akibat “perkelahian” dengan para pejabat dalam Konsulat, dan karena itu sebanyak 18 warga negara Saudi lantas ditahan atas kejadian ini.

Pengumuman itu tidak menyebutkan bagaimana Khashoggi terbunuh dan di mana mayat pria yang hilang setelah memasuki Konsulat sejak 2 Oktober lalu. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*