Baghdad, LiputanIslam.com –  Ketika kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerbu dan lalu menduduki kota Mosul di Irak utara pada Juni 2014, senjata kiriman Iran tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba di Negeri 1001 Malam, melainkan hanya beberapa jam setelah serbuan itu.

Hal tersebut diceritakan oleh Abu Mahdi al-Mohandis, wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, dalam pidatonya pada festival “Darah Kami” yang diselenggarakan untuk menghormati orang-orang Iran dan Lebanon yang berpartisipasi dalam perang melawan  ISIS.

“Orang-orang Irak, Syiah dan Sunni maupun warga minoritas, telah merespon fatwa jihad kifa’i yang dikeluarkan oleh Marji’ Ali al-Sistani,” ungkap al-Muhandis.

Dia menambahkan, “Iranpun merespon kami dengan sangat cepat dan membuka gudang-gudang senjata, sehingga kedatangan senjata dan dukungan logistik dari Iran tidak memakan waktu kecuali hanya dalam beberapa jam.”

Dia kemudian menegaskan, “Orang-orang Irak yang telah merespon seruan Marji’ adalah orang-orang yang telah mencetak kemenangan dengan dukungan Iran dan Hizbullah Lebanon.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*