Ankara, LiputanIslam.com –   Pemimpin oposisi dan ketua Partai Republik Rakyat (CHP) Turki Kemal Kılıçdaroğlu menyatakan bahwa presiden negara ini Recep Tayyip Erdogan sekarang menjadi pembela Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Hal ini dia katakan terkait dengan tindakan militer Turki di provinsi Idlib, Suriah. Dalam rapat para tokoh  CHP, Rabu (11/10/2017) dia mengingatkan bahwa Erdogan bertanggungjawab atas jatuhnya korban tentara Turki yang mungkin jatuh dalam operasi militer di Idlib.

Kılıçdaroğlu  menegaskan bahwa militer Turki membayar mahal “kebijakan keliru” Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa di Turki mengenai Suriah dan bertanggungjawab atas jatuhnya setiap tentara Turki yang “mati syahid” dalam operasi Idlib.

Menurutnya, dewasa ini militer Turki bertindak terhadap kelompok-kelompok militan yang semula diabaikan oleh Erdogan, dan sekarang ada potensi pengungsian ratusan ribu warga sipil Idlib ke wilayah Turki akibat operasi militer ini.

Dia memastikan bahwa militer Turki digerakkan oleh Erdogan menuju Idlib “demi Assad”,  dan beban operasi ini akan sangat besar dan mengobarkan konfrontasi sengit antara para teroris dan pasukan Turki.

Kılıçdaroğlu kemudian mengklaim keluarga Assad dan keluarga Erdogan pernah mengadakan pertemuan yang sangat berasahabat sebelum pecahnya krisis Suriah.

Turki, Iran, dan Rusia mencapai kesepakatan pengadaan kawasan de-eskalasi di Idlib pada 15 September lalu.  Kesepakatan ini mengharuskan mereka mengirim pasukan pengawas masing-masing ke Idlib.

Dalam rangka ini, pada 7 Oktober lalu Turki memulai operasi militernya dengan menggerakkan Pasukan Kebebasan Suriah (FSA) dukungannya ke Idlib untuk mengadakan kawasan yang aman bagi sipil di depan kawasan teroris Hayat Tahrir Sham yang ada di Idlib.

Pada 8 Oktober lalu militer Turki mengumumkan bahwa tentara negara ini yang terlibat dalam pasukan pengawasan gencatan senjata telah memulai misi pengawasan.

Dalam perkembangan terbaru dilaporkan bahwa Turki menambah pasukan militernya di wilayah perbatasannya dengan dengan Suriah dan Irak.  (mm/rt/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL