GazaCity, LiputanIslam.com – Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, menegaskan penolakannya terhadap ide “negara alternatif” untuk Palestina, dan memastikan tidak akan pernah ada negara Palestina yang mendompleng di negara Arab lain.

“Mesir maupun Yordania tidak akan menerimanya, demikian pula kami orang-orang Palestina sama sekali tidak menerimanya. Tidak akan ada negara Palestina untuk kami kecuali di perbatasan negeri Palestina sendiri, dan tak ada negara Palestina yang mendompleng di negara Arab lain,” ujar Haniyeh saat berbicara mengenai perkembangan situasi terbaru terkait dengan Palestina, Selasa (23/1/2018).

Dia menyatakan ada upaya-upaya intensif untuk menyudahi perkara Palestina dengan penyelesaian yang tidak mengindahkan hak bangsa Palestina.

“Palestina adalah Palestina, dan Mesir adalah Mesir. Bangsa kami Palestina yang telah mengandaskan rencana migrasi pada pertengahan tahun 1950-an sekarang lebih tangguh dan cerdas untuk mengandaskan rencana serupa,” lanjutnya.

Menurutnya, Amerika Serikat dan Israel telah membuat keputusan-keputusan intensif untuk penyelesaian isu Palestina yang memberatkan Yordania.

“Disinilah bahaya (ide) negara alterlatif dan pembicaraan mengenai konfederasi orang, bukan tanah,” katanya.

Haniyeh melanjutkan, “Mesir telah berpesan kepada kami bahwa negara ini masih konsisten mengindahkan kemaslahatan nasional Palestina.”

Mengenai hubungan Hamas dengan organisasi Fatah dia mengatakan, “Tak pemutusan (hubungan) antara kami dan saudara-saudara kami di Fatah. Kami masih berkomunikasi dan bertemu, dan masih berkomitmen pada rekonsiliasi Palestina. Hamas tidak akan meninggalkan segi empat ini.”  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*