Gaza, LiputanIslam.com –   Pemimpin Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Gaza, Yahya Sinwar, menyebut Iran sebagai pendukung terbesar sayap militer Hamas, Brigade Ezzeddin al-Qassam, dan menegaskan siapapun tidak dapat memaksa faksi ini meletakkan senjata dan mengakui Israel.

“Tak seorangpun memiliki kemampuan meraih pengakuan kami untuk rezim pendudukan, dan siapapun di jagad semesta ini tak dapat melucuti senjata kami,” kata Sinwar di hadapan para pemuda Palestina sebagai reaksi atas desakan Israel dan Amerika Serikat (AS) menyusul terbentuk pemerintahan rekonsiliasi nasional Palestina yang terdiri atas dua faksi besar Fatah dan Hamas.

“Kami adalah para pejuang kemerdekaan dan revolusioner demi kemerdekaan bangsa kami, dan kami memerangi pendudukan sesuai kaidah hukum kemanusiaan internasional. Kami akan terus memiliki kekuatan untuk melindungi bangsa kami,” lanjutnya.

Mengenai tawanan Palestina dia mengatakan, “Tentara Israel Israel tidak akan pernah melihat cahaya sampai para tawanan dari pihak kami juga melihatnya, yaitu orang-orang semisal Hasan Salamah, Abbasd al-Sayyid, Mahmoud Isa, Marwan Barghuti, dan Ahmad Saadat.”

Sinwar menegaskan kesiapan Hamas menjalin perjanjian baru untuk pertukaran tawanan, tapi dengan persyaratan yang diajukan oleh kubu muqawamah dan dengan tingkat ekspektasi yang tinggi.

Pada April 2015 Brigade Ezzeddin al-Qassam untuk pertama kalinya menyatakan di tangannya terdapat empat tawanan tentara Israel, tapi tidak menyebutkan secara resmi apakah mereka mati atau masih hidup, sebagaimana juga tidak menyebutkan nama mereka kecuali Shaul Aaron.

Mengenai hubungan Hamas dengan Iran, Yahya Sinwar menegaskan bahwa negara republik Islam ini merupakan “penyokong terbesar”  bagi Brigade Ezzeddin al-Qassam. Dia juga menegaskan bahwa siapapun hanya berilusi belaka jika merasa akan dapat memutus hubungan Hamas dengan negara manapun, termasuk Iran.

Pernyataan mengenai Iran ini merupakan tanggapan atas statemen Tel Aviv yang menegaskan bahwa putusnya hubungan Hamas dengan Iran merupakan salah satu syarat  perundingan damai  Palestina-Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL