Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam sebuah pesan yang dibacakan pada prosesi pemakaman korban serangan teror ISIS di Teheran telah menyidir Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi, dan memastikan bahwa “kejahatan yang ditujukan terhadap Teheran sama sekali tidak akan mempengaruhi tekad, kehendak, dan kesatuan bangsa Iran.”

“Serangan ini merupakan petunjuk jelas kedengkian dan kebencian para antek mustakbir terhadap bangsa Iran dan segala sesuatu yang terkait dengan revolusi, pemerintahan Islam, dan Imam Khomaini,” tegasnya.

Dia menyatakan serangan ini tidak menghasilkan apa-apa kecuali meningkatnya kebencian kepada pemerintah AS dan antek regionalnya, termasuk Arab Saudi.

“Kejahatan ini menandakan kejahatan dan kehinaan para penjahat, provokator, dan pelakunya, namun terlalu kecil untuk dapat mengacaukan jalan dan tekad bangsa Iran,” imbuhnya.

Pada prosesi yang berlangsung usai shalat  Jumat (9/6/2017) di area  Universitas Teheran ini Ketua Parlemen Iran Ali Larijani menyatakan negaranya “menghadapi dua ISIS; satu global yaitu AS, dan yang lain regional, dan AS mendampingi ISIS regional.” ISIS regional yang dimaksud tampaknya adalah Arab Saudi.

Dia menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Pasukan al-Quds yang bernaung di bawahnya sebagai “dua garis merah” dan pasukan yang paling aktif memerangi teroris di Timteng.

Dia juga mengatakan bahwa Iran “tak berharap banyak kepada rezim kabilah (Saudi) yang menolak demokrasi dan menyokong terorisme,” sementara “AS telah sampai pada barter demokrasi dan HAM dengan uang.”

“Tak mungkin memerangi terorisme tanpa memerangi setan besar AS, dan balasan Iran terhadap para penyerang Teheran akan fatal,” imbuhnya.

Senada dengan ini, ketua komisi keamanan parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi menuding AS sebagai dalang serangan teror di Teheran.

“Kami sama sekali tidak meragukan bahwa AS-lah perancang utama serangan ini,” katanya.

Sebelumnya, wakil komandan IRGC Hossein Salami menyatakan pihaknya serius merencanakan pembalasan atas serangan teror tersebut, namun “tempat pembalasan masih rahasia.” Dia juga mengatakan serangan itu dilakukan demi melicinkan agenda Saui, AS, dan Rezim Zionis Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL