Brigjen Hossein Salami

Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengangkat Brigjen Hossein Salami sebagai komandan  baru pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggantikan Mayjen Mohammad Ali Jafari.

Dalam dekritnya pada Ahad (21/4/2019), Ayatollah Khamenei, menyatakan bahwa pengangkatan itu dilakukan mengingat komitmen Salami serta pengalaman kerjanya yang berharga di bidang manajemen skala besar dan di berbagai posisi di IRGC.

“Dalam terang pendapat Mayjen Mohammad Ali Jafari tentang perlunya perubahan dalam perintah (tinggi) dari IRGC dan sembari berterima kasih atas satu dekade pengabdiannya yang berharga, banyak dan langgeng, mengingat jasa dan pengalaman Anda yang berharga di (posisi) manajemen skala besar dan berbagai tanggung jawab (yang Anda pikul) dalam revolusi, jihad, dan institusi populer IRGC, saya memberi Anda pangkat jenderal besar dan menunjuk Anda sebagai komandan kepala Korps Pengawal Revolusi Islam, ” bunyi dekrit itu.

Dia mengimbau Mayjen Salami agar berusaha maksimal meningkatkan kemampuan dan kesiapan IRGC di semua bidang sembari memperhatikan “permata internal” IRGC berupa kesalehan dan wawasan.

Ayatuollah Khamenei juga menyerukan langkah-langkah besar yang harus diambil di bawah komando baru menuju perbaikan IRGC secara maksimal.

Pemimpin Besar Iran juga mengeluarkan keputusan terpisah berupa pengangkatan mantan komandan IRGC Mayjen Mohammad Ali Jafari sebagai kepala Markas Besar Kebudayaan dan Sosial Hazrat Baqiatollah al-A’zam.

Dia berpesan kepada Jafari agar memanfaatkan semua potensi  “luas dan mendalam” yang ada pada masyarakat untuk mempromosikan dan menguraikan gagasan-gagasan revolusi Islam.

Hossein  Salami lahir di kota Golpayegan, Iran pada tahun 1960.  Bersamaan dengan memuncaknya revolusi Islam pada tahun 1978 dia berhasil lulus ujian masuk universitas pada Jurusan Teknik Mesin Universitas Sains dan Industri Iran.

Dia kemudian bergabung dengan IRGC setelah Revolusi Kebudayaan. Bersamaan dengan perang yang dipaksakan rezim Saddam Hossein di Irak terhadap Iran dia turut berjuang bersama para pejuang Islam di Kurdistan Iran, terutama di front selatan, dan mengendalikan berbagai posisi kepemimpinan dalam pertempuran.

Usai perang dia mengikuti kursus pelatihan di Sekolah Tinggi Staf dan Komando serta lulus dari Departemen Pertahanan Universitas Islam al-Hurrah. Dia juga lulus dari Universitas Sains dan Industri. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*