Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman, Sayyid Abdel Malik al-Houthi, dalam peringatan tiga tahun agresi Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman, Jumat (23/3/2018), memastikan bahwa ambisi Saudi di Yaman akan kandas sebagaimana di Suriah dan Irak.

Menanggapi pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman bahwa Ansarullah terisolasi di Yaman, al-Houthi menyebut pernyataan itu “omong kosong” .

Dia juga menilai pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepresidenan Donald Trump sekarang tidak berbeda dengan pemerintahan Barack Obama sebelumnya.

Hanya saja, lanjut al-Houthi, “Trump terlihat jauh lebih berhasil daripada Obama dalam menjadikan Saudi sebagai sapi perah.”

Dia juga mengingatkan Israel dengan menegaskan bahwa jika negara ilegal Zionis terlibat dalam perang lagi dengan Lebanon maka “ada banyak pemuda suku-suku Yaman yang ingin berperang melawan Israel.”

Sayyid al-Houthi menyebutkan bahwa Israel terlibat dalam serangan ke Yaman.

“Saya perlu menjelaskan konsentrasi Israel di Bab el-Mandeb dan Laut Merah, ini sudah diketahui banyak analis dan pengamat urusan Israel, dan kami memantau aktivitas dan keterlibatan Israel, termasuk dalam serangan udara di kawasan pantai,” paparnya.

Mengenai kabar kesiapan pasukan koalisi Arab untuk melancarkan operasi militer baru terhadap kawasan pantai barat Yaman, dia mengatakan bahwa perang di kawasan pantai adalah kehendak AS.

“Sudah masyhur bahwa konsentrasi AS sangat besar terhadap laut dan kawasan pantai, dan sudah diketahui pula konsentrasi mereka di kawasan terhadap Laut Merah, Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden,” ujarnya.

Dia juga memastikan bahwa agresi Saudi dan sekutunya terhadap Yaman merupakan kesempatan emas bagi AS untuk berdominasi di Yaman dengan restu Saudi dan Uni Emirat Arab. (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL