yaman demo al-houthiSanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi, Yaman, Abdel Malik al-Houthi, Rabu (11/2/2015) menyerukan kepada rakyat Yaman agar berpartisipasi dalam pawai akbar yang akan digelar di Sanaa, ibu kota Yaman, hari ini, Kamis (12/2/2015).

Situs berita al-Ahed menyebutkan bahwa pawai akbar itu digelar untuk mendemonstrasikan tekad dan kehendak masyarakat serta demi memberikan legitimasi pada “Deklarasi Konstitusional” yang diumumkan Ansarullah beberapa waktu berbarengan dengan pembubaran parlemen oleh kelompok ini.

Abdel Malik al-Houthi saat menyampai seruan tersebut mengatakan, “Deklarasi konstitusional merupakan satu tindakan urgen dan penting, dan ini sama sekali tidak akan menimbulkan problema ekonomi bagi Yaman. Deklarasi ini merupakan satu tindakan bijaksana demi revolusi serta merupakan satu sikap yang benar, mendesak dan tanpa tujuan menekan siapapun… Deklarasi Konstitusional bukan untuk menyingkirkan siapapun dari proses politik.”

Dia menambahkan, “Rakyat Yaman menang dan akan meraih cita-citanya.”

Dia menyatakan bahwa Partai Reformasi telah bertindak untuk mengacaukan kepentingan negara sehingga membangkitkan keprihatinan dan kemarahan publik.

“Siapapun yang menginginkan kacaunya ekonomi dan keamanan Yaman pada hakikatnya telah melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri,” ungkapnya, saat berbicara mengenai mundurnya Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi sebelum parlemen akhirnya dibubarkan oleh Ansarullah yang menguasai Sanaa dan banyak kawasan lain di Yaman.

Al-Qaeda Terusir Dari al-Baida

Pasukan komite revolusi bersama tentara Yaman berhasil merebut kembali kota al-Baida, ibu kota provinsi al-Baida, di bagian tengah negara ini dari cengkraman kawanan bersenjata al-Qaeda dan milisi pemberontak di kota tersebut.

Mengutip beberapa laporan, Alalam menyebutkan bahwa pasukan gabungan telah mengusir mereka dari kota al-Baida sehingga pusat-pusat pemerintahan daerah setempat kembali diserahkan kepada para pejabat dan otoritas keamanan setempat, sementara tim jihandak bekerja keras untuk membereskan ranjau dan bahan-bahan peledak lain yang dipasang para ekstrimis dan pemberontak di jalanan dan gedung-gedung pemerintahan.

Dalam beberapa hari terakhir kawasan Radaa, Qifa, Syaryah, Sawadiyah, Dzi Naim dan Thafah juga menjadi ajang kontak senjata yang berujung terusirnya kawanan takfiri bersenjata dari semua kawasan tersebut.
Abdel Malik al-Houthi menyampaikan ucapan selamat dan apresiasinya atas kegigihan suku-suku setempat melawan para ekstrimis bersenjata.

Senjata dan Mobil di Kedubes AS Disita

Reuters mengutip pernyataan para staf Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Sanaa bahwa Ansarullah telah menyita beberapa senjata dan mobil dari gedung Kedubes tersebut setelah Dubes dan para diplomat AS angkat kaki dari Yaman.

“Sebanyak lebih dari 20 mobil telah dibawa oleh pasukan Ansarullah dari gedung Kedubes setelah orang-orang AS berangkat menuju bandara,” ungkap karyawan di Kedubes tersebut.

Seorang pejabat bandara Sanaa kepada CNN mengatakan bahwa Ansarullah juga telah menangkap beberapa orang AS karena diketahui membawa senjata ketika akan masuk ke dalam pesawat untuk meninggalkan Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL