perisai semenanjungAden, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Yaman pada pemerintahan presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansur Hadi, Riyadh Yaseen, secara terbuka meminta negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) melakukan intervensi militer di Yaman.

Dalam wawancara dengan koran Asharq al-Awsat dan TV al-Jazeera Senin (13/3/2015) dia meminta pasukan negara-negara Arab Teluk Persia yang tergabung dalam Perisai Semenanjung (Dira’ al-Jazirah/ Peninsula Shield) pimpinan Arab saudi supaya melakukan tindakan militer secepatnya di Yaman, termasuk menerapkan zona larangan terbang di angkasa negara ini.

Permintaan yang sama pada hari itu juga dilontarkan sebelumnya oleh Mansur Hadi. Dia juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB supaya menerapkan zona larangan terbang di Yaman demi mencegah serangan Ansarullah alias Syiah al-Houthi yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, ke kota Aden yang menjadi tempat pelarian Hadi di bagian selatan negara ini.

Minggu malam lalu GCC sendiri menyatakan dukungannya kepada Mansur Hadi sembari menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan Yaman dari krisis ialah menjalankan “Prakarsa Teluk”yang dilontarkan oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat pada tahun 2011 dengan tujuan menggagalkan revolusi Yaman.

Sesuai prakarsa itu Abdullah Shaleh mundur dari kursi kepresidenan dalam kondisi mendapat perlindungan hukum untuk kemudian digantikan oleh wakilnya, Mansur Hadi, tanpa mempedulikan realisasi tujuan apapun yang dikumandangkan rakyat dalam revolusi Yaman yang digerakkan oleh Ansarullah.

GCC dalam statemennya mengecam Ansarullah dan mengingatkan bahaya jatuhnya negara ini ke dalam terorisme.

Di pihak lain, pemimpin Ansarullah Abdel Malik al-Houthi Minggu malam lalu balik mengecam sikap Arab Saudi dan Qatar serta menyebut keduanya sebagai penyandang dana di balik gejolak keamanan dan konflik Yaman. Dia juga mengingatkan bahwa terorisme tidak akan menguntungkan pihak manapun di Yaman.

Belakangan ini Ansarullah juga telah menguasai Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman, dan terus bergerak menuju provinsi Lihaj ke arah Aden, sementara pasukan loyalis Mansur Hadi bersiap-siap untuk bertempur melawan Ansarullah.

Bersamaan dengan ini, beberapa unit helikopter GCC datang ke Aden dengan misi antara lain melawan serangan udara gerakan Ansarullah terhadap istana presiden yang ditempati oleh Hadi.

Seperti pernah diberitakan, helikopter itu membawa senjata canggih penangkis serangan udara dan siap digunakan untuk merontokkan jet tempur yang melesat di angkasa Aden dan provinsi-provinsi selatan Yaman secara umum.

Istana presiden di Aden sempat menjadi sasaran serangan jet tempur yang diduga sebagai kiriman Ansarullah, namun Hadi selamat dan dievakuasi ke tempat lain yang tersembunyi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*