Suasana unjuk rasa massa al-Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman.

Sanaa, LiputanIslam.com – Satu perkembangan baik terjadi di Yaman yang bergolak sejak beberapa waktu lalu. Berbagai pihak yang terlibat kontak senjata di provinsi al-Jouf, Yaman, Kamis (18/9) mencapai kata sepakat untuk mengakhiri pertempuran di provinsi ini.

Menurut laporan Eremnews, gerakan Ansarullah atau kelompok Syiah al-Houthi telah menarik diri dari kawasan al-Ghail, provinsi al-Jouf, setelah menjalin kesepakatan dengan pasukan pemerintah dengan mediasi sejumlah kelompok suku.
Para saksi mata mengatakan bahwa ketegangan di kawasan itu sudah pulih dan semua pihak yang bertikai konsisten kepada kesepakatannya.

“Hingga kini belum terdengar lagi suara tembakan dari kedua pihak,” katanya.
Sebuah sumber yang memantau peristiwa di sana juga mengatakan bahwa kedua pihak telah menarik diri dari berbagai kawasan yang keamanannya tak terkendalikan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Penerangan Partai Islah Yaman, Mubarak al-Ibadi, mengatakan kedua pihak telah menandatangani kesepakatan.
Pasukan pemerintah Yaman dan beberapa kelompok adat terlibat konflik sejak beberapa bulan lalu di provinsi al-Jouf yang berbatasan dengan Arab Saudi dan terletak di dekat provinsi Saadah yang menjadi tempat tinggal kelompok Syiah al-Houthi.

Pihak al-Houthi sendiri menyatakan kawasan itu telah dicemari oleh keberadaan kelompok-kelompok ekstrim sehingga menimbulkan banyak masalah bagi pihak al-Houthi, dan karena itu al-Houthi mengaku terpaksa mengangkat senjata demi membela diri.
Juru bicara gerakan Ansarullah, Mohammad Abdel Salam, mengatakan Rabu lalu (17/9) pihaknya telah berhasil mengusir para ekstrimis takfiri dari provinsi al-Jouf.

“Kami berhasil mengusir pasukan takfiri yang sebelumnya telah bercokol di provinsi ini,” ungkapnya sembari menjelaskan bahwa mereka bercokol di sana untuk menebar aksi-aksi sektarian.

Menurutnya, para takfiri itu sejak akhir-akhir bulan suci Ramadhan lalu kerap melancarkan serangan ke sejumlah kawasan, termasuk al-Safra dan al-Hajar, serta berusaha membantu para takfiri di kawasan Amran dengan cara melanggar semua piagama dan perjanjian yang telah dijalin sebelumnya.

“Tapi kami bersyukur kepada Allah atas keberhasilan kami mengusir mereka dari kawasan ini,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL