yaman rajeh badiDoha, LiputanIslam.com – Juru bicara pemerintah pelarian Yaman, Rajeh Badi, menyatakan bahwa kabinet al-Bihah, wakil presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, menolak prakarsa Iran yang terdiri atas empat poin untuk mengatasi kriris Yaman.

“Kami menolak gagasan Iran karena hanya mengandung ambisi politik,” ujar Badi yang berada di Doha, ibu kota Qatar, sebagai dilaporkan Reuters dan dikutip TV Alarabiya, Minggu (19/4).

Seperti pernah diberitakan Liputan Islam, prakarsa damai itu diajukan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif dalam suratnya kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon Jumat (17/4).

Prakarsa damai Iran itu terdiri atas empat poin; Penerapan gencatan secepatnya, pengiriman bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman, dimulainya kembali dialog nasional, dan pembentukan pemerintahan nasional yang melibatkan semua pihak di Yaman. (Baca: Iran Kirim Prakarsa Damai Empat Poin Kepada Sekjen PBB Untuk Penyelesaian Krisis Yaman)

Fars News menyebutkan bahwa surat Menlu Iran itu diserahkan oleh Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Gholamali Khoshroo kepada Ban dalam pertemuan antara keduanya untuk membicarakan perkembangan situasi Yaman.

Ban sendiri pekan lalu untuk pertama kalinya menyerukan supaya segenap pihak yang terlibat dalam perang di Yaman segera menerapkan gencatan senjata demi melancarkan perundingan damai dan menyalurkan bantuan ke Yaman. (Baca: Pertama Kali, Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata di Yaman)

Seperti diketahui, sejak 26 Maret lalu Yaman menjadi sasaran operasi serangan udara bersandi “Badai Mematikna” yang dilancarkan oleh koalisi 10 negara Arab pimpinan Arab Saudi dengan alasan demi memulihkan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan Saudi. Serangan ini telah menjatuhkan ribuan korban tewas dan luka. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL