yaman-dan-omanBeirut, LiputanIslam.com –  Sumber-sumber internasional menyebutkan bahwa pemerintah Oman telah melayangkan surat pengaduan yang menyatakan bahwa Utusan Khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmad tidak netral dalam menengahi konflik Yaman.

Dalam surat itu pemerintah Oman menegaskan bahwa Cheikh Ahmad berada di balik kegagalan keputusan di Dewan HAM Jenewa belakangan ini, “memiliki banyak kelemahan akibat hilangnya kepercayaan, ketidak netralan, dan pelaksanaan  agenda-agenda tertentu.”

Pemerintah Oman juga menyatakan bahwa kinerja Cheikh Ahmad dalam beberapa hari ini buruk bersamaan dengan terpilihnya mantan perdana menteri Portugal Antonio Guterres sebagai sekjen baru PBB menggantikan Ban Ki-moon.

Sebelumnya, sumber Partai Kongres Rakyat Yaman juga menyatakan bahwa Cheikh Ahmad sudah tidak netral lagi dan berperan sebagai “delegasi Arab Saudi”.

Cheikh Ahmad menyerukan kepada semua pihak yang bertikai di Yaman supaya memperpanjang masa gencatan senjata 72 jam yang berakhir Sabtu malam.

Dalam pesannya melalui akun Facebook-nya dia menyatakan bahwa gencatan senjata telah dilanggar oleh kedua belah pihak, namun beberapa bantuan kemanusiaan telah disalurkan ke lokasi-lokasi yang dilanda perang.

Dia juga mengingatkan semua pihak agar mengindahkan semua persyaratan dan hukum yang tertera dalam perjanjian gencatan senjata, termasuk penghentian secara total segala bentuk aktivitas militer.

Dia juga menyerukan pengaktifan kembali Komisi Gencatan Senjata dan Koordinasi, serta meminta para anggotanya bertolak ke kota Dahran di bagian selatan Arab Saudi. Dia mengaku optimis bahwa melalui komisi ini kedua pihak yang bertikai akan konsisten pada “penghentian kekerasan.” (mm/almayadeen)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL